Surabaya, Bhirawa
Petenis unggulan kelima asal Jakarta, Kaylee Tandjung, makin mengukuhkan posisinya di ajang turnamen tenis internasional ITF Widjojo Soejono 2026. Kaylee sukses mengamankan kemenangan keduanya usai memenangi duel atas wakil Australia, Abigail Chan, lewat dua set langsung 6-1, 6-0.
Dalam laga yang berlangsung di Lapangan Tenis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (29/9), petenis yang akrab disapa Kay ini langsung memegang kendali permainan sejak gim awal. Variasi pukulan spin tajam yang dikombinasikan dengan aksi net play ciamik terbukti ampuh meredam perlawanan Chan.
Tak cuma mengandalkan ketahanan di garis belakang (baseline), Kaylee beberapa kali mengambil inisiatif menyerang hingga area net untuk mengeksekusi poin lewat pukulan volley. Strategi agresif tersebut membuat laga berjalan singkat; Kaylee hanya memberikan satu gim untuk Chan di set pertama sebelum mengunci kemenangan mutlak (sweeping) di set kedua.
“Saya cukup puas dengan performa hari ini. Serve solid, variasi serangan berjalan baik, dan saya bisa maksimal saat maju volley. Meski begitu, pukulan backhand saya tadi terasa agak off dan perlu dipoles lagi,” ungkap Kaylee seusai pertandingan.
Kaylee menyebut keberhasilannya merusak ritme permainan lawan tak lepas dari konsistensi rali panjang bertempo variatif. “Lawan tampak kesulitan mengantisipasi rali spin dan kurang tahan menghadapi variasi serangan,” tambahnya.
Kemenangan telak ini menjadi modal berharga bagi Kaylee yang kini telah mengantongi dua kemenangan beruntun di fase grup. Sesuai regulasi turnamen, hanya juara grup yang berhak mengantongi tiket melaju ke babak gugur berikutnya.
Kendati baru pertama kali berhadapan dengan Chan, Kaylee mengaku sudah memetakan kekuatan lawan sebelum masuk ke lapangan. “Saya sempat mengamati permainannya kemarin, jadi sudah punya gambaran umum dan menyiapkan strategi khusus,” jelasnya.
Meski berada di atas angin, Kaylee menegaskan enggan jemawa. Satu laga tersisa di fase grup akan menjadi penentu langkahnya menuju babak utama. “Fokus saya sekarang langsung ke pertandingan terakhir. Besok saya berharap bisa tampil lebih solid dengan kestabilan mental yang terjaga,” tegas Kaylee.
Mengenai faktor teknis lapangan, Kaylee merasa terbantu dengan atmosfer arena tertutup (indoor) yang digunakan pada dua laga pertamanya. Kendati demikian, ia mengaku siap jika laga penentuan mendatang dipindahkan ke arena terbuka (outdoor). “Sejauh ini lapangan indoor membantu menjaga konsistensi. Tapi kalau harus main outdoor, saya sudah terbiasa latihan di bawah terik matahari,” pungkasnya. wwn


