27 C
Sidoarjo
Wednesday, April 8, 2026
spot_img

Kala Filosofi “Tat Twam Asi” Hidup di Tengah Keluarga Besar Dinsos Jatim

Merajut Kenangan, Memupuk Persaudaraan

Oleh:
Rachmat CBS, Kota Surabaya

Gedung BK3S Jawa Timur pada hari Rabu (8/4/2026), mendadak riuh oleh gelak tawa dan percakapan hangat. Aroma Idulfitri 1447 Hijriah masih terasa kental saat seluruh purna bakti yang tergabung dalam Paguyupan Tat Twam Asi Dinsos Jatim hadir berkumpul dalam bingkai halal bihalal.

Namun, ini bukan sekadar seremoni formal tahunan, tapi adalah ruang perjumpaan lintas generasi serta sebuah momentum untuk menjahit kembali cerita dan kenangan yang sempat terjedah waktu.

Sebagaimana diketahui, Paguyuban Tat Twam Asi adalah wadah silaturahmi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah purna tugas (pensiun) dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Paguyuban ini aktif mengadakan kegiatan seperti halal bihalal untuk menjaga hubungan kekeluargaan dan tali persaudaraan antara purna tugas dan pegawai yang masih aktif.

Sejak pukul 10.00 WIB, sekat jabatan seolah luruh. Sebanyak 225 purna bakti, mulai dari mantan Kepala Dinas, Kepala Bidang, hingga Kepala UPT, hadir dan melebur menjadi satu. Di sudut-sudut ruangan, obrolan ringan mengalir deras, menghidupkan kembali jejak-jejak pengabdian yang pernah mereka bangun bersama demi kesejahteraan sosial di Jawa Timur.

Tampak beberapa mantan Kepala Dinsos Jatim hadir ditengah tengah mereka, seperti Sudjono, Indra Wiragana, dan Sukesi. Mereka begitu senang ketika bertemu dengan para purna bakti lainnya.

Berita Terkait :  Imam Utomo Desak Pemerintah Aktifkan Komda Lansia

Saat menghadiri Halal Bihalal Paguyupan Tat Twam Asi, Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menegaskan bahwa silaturahmi adalah nyawa bagi kekuatan institusi. Bagi Novi, siapa pun yang pernah berkeringat di bawah bendera Dinsos Jatim tetaplah bagian tak terpisahkan dari keluarga besar.

“Momentum Syawal ini adalah ruang untuk saling memaafkan sekaligus mempererat kebersamaan. Kami menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh keluarga besar,” tuturnya dengan tulus.

Novi juga menyelipkan rasa bangga. Ia menyebut bahwa keberhasilan Jawa Timur dalam menurunkan angka kemiskinan bukan hanya hasil kerja keras hari ini, melainkan buah dari estafet perjuangan kolektif dari generasi ke generasi.

Filosofi Tat Twam Asi yang bermakna “Aku adalah kamu, kamu adalah aku” terasa sangat nyata hari itu. Para senior yang kenyang pengalaman duduk berdampingan dengan para junior, berbagi kisah tentang panjangnya perjalanan pelayanan sosial.

Salah satu mantan Kepala Dinsos Jatim yang kini telah purna bakti, Sukesi memberikan apresiasinya atas ikatan yang tak pernah putus ini. “Hubungan yang kita bangun saat bertugas tidak boleh berhenti hanya karena masa jabatan berakhir. Terima kasih atas kebersamaan yang terus terjaga,” ungkapnya haru.

Senada dengan itu, Ketua Paguyuban Tat Twam Asi Dinsos Jatim, Arman Linda, melihat pertemuan ini sebagai bentuk syukur atas kesehatan dan kesempatan untuk kembali bersua. Ia berharap para purna bakti, mulai dari era Kanwil Departemen Sosial hingga Dinsos Jatim masa kini, tetap solid menjaga murninya nilai persaudaraan di atas segalanya.

Berita Terkait :  BPBD Jatim Gandeng Pascasarjana Unair Perkuat Penanggulangan Bencana

“Upaya ini menjalin silaturahmi diantara teman teman pensiunan di instansi sosial. Animo besar, karena yang pensiun hampir 350 orang yang masih hidup. Kita coba fasilitasi mempertemukan diantara mereka, maka bisa memperpanjang umur dan menyehatkan,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapatkan support dari pejabat di Dinsos Jatim yang masih aktif dan hadir dalam undangan tersebut. “Yang penting akrab diantara kita semua baik yang masih aktif dan sudah pensiun,” katanya yang merencanakan kegiatan healing bersama pensiunan lainnya.

Ketua Panitia Paguyupan Tat Twam Asi Dinsos Jatim, Herawanto Ananda , menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi para senior. Tak hanya panggung hiburan dan doorprize, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari cek gula darah hingga kolesterol.

Bahkan, hadir pula tim medis dari Universitas Ubaya untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan stroke. “Kami ingin pertemuan ini tidak hanya melepas rindu, tapi juga membawa manfaat fisik bagi para senior kami,” tuturnya.

Untuk tahun mendatang, ia memiliki rencana agar pertemuan halal bihalal tidak hanya offline, tetapi juga online agar memfasilitasi purna bakti lainnya yang berhalangan hadir diantaranya masalah kondisi kesehatan. “Agar bisa ketemu secara online sudah sangat membantu menambah keakraban nantinya,” katanya.

Menjelang akhir acara, suasana semakin meriah dengan pembagian hadiah dan sesi foto bersama. Halalbihalal ini akhirnya bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia adalah manifestasi bahwa dalam setiap perjalanan panjang pelayanan sosial, nilai kemanusiaan dan kepedulian adalah fondasi utama.

Berita Terkait :  Kota Mojokerto Kembali Raih Peringkat 1 Badan Publik Informatif Jawa Timur 2024

Di Gedung BK3S hari itu, Paguyuban Tat Twam Asi Dinsos Jatim membuktikan bahwa semboyan mereka bukanlah sekadar kata-kata, melainkan sebuah “rasa” yang benar-benar nyata didekap bersama. “Harapan kami lebih guyup dan lebih sering ketemu di paguyupan,” pungkas Hernanda. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!