24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

KAI Daop 7 Madiun Hadir untuk Generasi Sehat, Salurkan Bantuan TJSL Rp57,5 Juta Dukung Penurunan Stunting di Kabupaten Madiun

Kota Madiun, Bhirawa
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bertempat di Stasiun Babadan, Senin (29/12), KAI Daop 7 Madiun menyalurkan bantuan asupan gizi senilai Rp57.500.000 untuk mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Madiun.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Tim TJSL KAI Daop 7 Madiun kepada Bupati Kabupaten Madiun, H. Hari Wuryanto, dan disaksikan oleh Wakil Bupati Madiun, dr.Purnomo Hadi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun. Program ini dikemas dalam tajuk “KAI Sehat Sejahtera” sebagai wujud kepedulian KAI terhadap kesehatan dan kualitas tumbuh kembang anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Bantuan TJSL tersebut difokuskan pada pemberian asupan gizi tambahan bagi anak-anak yang menjadi sasaran program penanganan stunting. Secara rinci, bantuan ini menyasar 250 anak yang tersebar di 30 desa lokus stunting pada 7 kecamatan di Kabupaten Madiun. Diharapkan, dukungan ini dapat membantu meningkatkan status gizi anak sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di daerah tersebut.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari Program Bina Lingkungan KAI yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“KAI tidak hanya berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal dan aman, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Melalui Program Bina Lingkungan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masa depan anak-anak di Kabupaten Madiun, sehingga tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Tohari.

Berita Terkait :  Sebanyak 4.518 Non-ASN Bondowoso Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu

Lebih lanjut, Tohari menegaskan bahwa Program TJSL KAI merupakan bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap lingkungan sosial di sekitar jalur perkeretaapian.

Kehadiran KAI diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan konektivitas, tetapi juga membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bupati juga menekankan bahwa stimulus yang diberikan harus digunakan secara tepat guna serta tidak disalahgunakan. Selain itu, Bupati mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi dan harmonisasi layanan dalam mendukung keluarga agar lebih sehat dan sejahtera.

Bupati Madiun menegaskan komitmen daerah dalam menurunkan angka stunting. “Saat ini angka stunting Kabupaten Madiun sudah luar biasa turun berada di angka 5,38. Target kami tahun 2030 bisa zero stunting,” ungkapnya.

Bupati Madiun memastikan sinergi dengan PT KAI akan terus berlanjut, tidak hanya dalam penanganan stunting. “Insyaallah kita selalu bekerjasama dengan stakeholder termasuk KAI. Tidak hanya stunting saja kita dengan daop 7 ini,seperti kemarin bantuan sosial saat menangani yang ada di Saradan,karena kegiatan sosialpun tanggung jawab kita bersama,” tegas Bupati.[dar.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru