Kota Kediri, Bhirawa
Wajah baru Jembatan Brawijaya kini resmi bisa dinikmati masyarakat. Setelah melalui proses revitalisasi dan perpanjangan waktu pengerjaan selama dua minggu, jembatan ikonik Kota Kediri tersebut tampil lebih megah dengan sentuhan warna keemasan yang sarat makna sejarah dan harapan masa depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri, Endang Kartikasari, memastikan seluruh pekerjaan utama telah rampung. Saat ini, proyek hanya menyisakan tahap pembersihan akhir sebelum benar-benar siap digunakan sepenuhnya.
“Untuk hari ini semua pekerjaan sudah selesai, tinggal finishing dan pembersihan saja,” ujar Endang, Selasa (30/12).
Ia menjelaskan, proyek yang seharusnya selesai pada 16 Desember 2025 tersebut mengalami perpanjangan waktu guna menyempurnakan sejumlah detail pekerjaan. Mulai dari pemasangan ukiran akrilik, lampu, hingga sirap, seluruhnya telah diselesaikan. Pembongkaran scaffolding di median jembatan pun telah dilakukan, menyisakan bagian pilar barat yang dituntaskan hari ini.
“Scaffolding yang di median sudah dibongkar semua. Tadi malam yang sebelah timur juga sudah selesai, dan hari ini tinggal membongkar scaffolding yang di sisi pilar barat,” jelasnya.
Meski belum ada jadwal peresmian resmi, Endang menegaskan bahwa revitalisasi ini menghadirkan nilai estetika baru bagi Kota Kediri. Pemilihan warna keemasan pada elemen jembatan bukan tanpa makna.
“Warnanya keemasan, bukan kuning. Ini melambangkan bahwa Kediri pada masa lalu pernah mencapai zaman kejayaan, dan diharapkan sekarang serta ke depan juga bisa kembali mencapai masa keemasan, menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Dengan selesainya proyek revitalisasi ini, Jembatan Brawijaya diharapkan mampu menunjang kenyamanan pengguna jalan sekaligus memperkuat citra Kota Kediri sebagai kota yang terus berbenah tanpa meninggalkan nilai sejarahnya. [van.nov.kt]

