Surabaya, Bhirawa
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur (Jatim) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di 10 titik irigasi pendukung Program Irigasi Swasembada Pangan. Program ini digalakkan Pemerintah Provinsi Jatim untuk merehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi, guna mendukung produktivitas pertanian di Jatim.
Ari Pudji Astono, Pelaksana Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas PU SDA Provinsi Jatim, menjelaskan manfaat program ini. “Jatim menjadi daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia. Jadi keberadaan irigasi Swasembada Pangan ini menjadi ujung tombak keberlangsungan produksi pangan di Jatim tercatat ada sepuluh titik Irigasi Swasembada Pangan di Jatim yang telah berjalan,” tegas dia, Senin (16/3/2026).
Dari hasil identifikasi teknis di masing-masing lokasi, Ari menyebutkan beberapa peningkatan yang diperlukan pada 2026. Berikut beberapa contoh: Saluran tersier di Pateguhan Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Outcome atau hasil mencapai 11 ha dengan tanaman padi. “Perlu peningkatan efisiensi saluran irigasi dengan pembangunan saluran menggunakan pasangan batu,” paparnya mencontohkan.
Sumber Pakem, Ds. Kalianyar, Kec. Tamanan, Kab. Bondowoso. Saluran tersier berupa saluran tanah, sehingga banyak terjadi kehilangan air irigasi hingga ke petak sawah. Terjadi juga kerusakan pada talud kiri saluran tersier dengan panjang 5 meter. “Pada titik ini, sesuai hasil monev yang kami lakukan perlu adanya peningkatan efisiensi saluran irigasi dengan pembangunan saluran menggunakan pasangan batu,” terang Ari.
Wonosroyo, Desa Gununganyar, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso. Saluran tersier berupa saluran tanah, sehingga banyak terjadi kehilangan air irigasi hingga ke petak sawah. Terjadi kerusakan talud pasangan sisi kanan di bagian hulu panjang 11 meter. Di wilayah ini, perlu peningkatan efisiensi saluran irigasi dengan pembangunan saluran menggunakan pasangan batu.
Sumber Agung, Ds. Sonorejo, Kec. Grogol, Kab. Kediri (DI. Klitik Bendokrosok. Jaringan irigasi teknis dengan sumber air dari tiga mata air, yaitu Sendang Kantil, Sendang Kencana, dan Sendang Drajat. “Saat ini, Sumber Agung dijadikan wisata lokal dan dikelola Pemerintah Desa Sonorejo. Tanaman yang dialiri irigasi adalah padi, dengan rencana penanaman palawija ke depan,” pungkasnya.
Selain itu, program ini juga berjalan di titik-titik berikut, di wilayah Ngablak, Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Widoro, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Desa Rowogempol dan Desa Tampung, Kecamatan Lekok dan Ranugrati. Program ini diharapkan terus mendukung Jatim sebagai lumbung pangan nasional.[aya.ca]


