28 C
Sidoarjo
Tuesday, October 6, 2026
spot_img

Jatim Agustus 2026 Alami Defisit Perdagangan US$81,03 Juta

Pemprov Jatim, Bhirawa. – Kinerja perdagangan Jawa Timur pada Agustus 2026 kembali mencatat defisit, setelah nilai impor lebih tinggi dibandingkan ekspor. Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Jawa Timur, nilai ekspor Agustus mencapai US$2,53 miliar, sedangkan impor mencapai US$2,61 miliar.

Plt Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati menyampaikan kondisi tersebut membuat neraca perdagangan Jawa Timur pada Agustus 2026 mengalami defisit sebesar US$81,03 juta. “Nilai tersebut berasal dari ekspor sebesar US$2,527 miliar dan impor US$2,609 miliar,” katanya.

Dari sisi ekspor, kinerja Jawa Timur pada Agustus 2026 tercatat turun 2,49 persen dibandingkan Agustus 2025. Nilai ekspor pada Agustus 2026 sebesar US$2,53 miliar, sementara ekspor nonmigas mencapai US$2,52 miliar atau turun 2,14 persen secara tahunan.

Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, nilai ekspor Jawa Timur mencapai US$18,61 miliar. Angka tersebut turun 4,91 persen dibandingkan periode yang sama 2025, dengan ekspor nonmigas sebesar US$18,42 miliar atau turun 4,07 persen.

Penurunan ekspor kumulatif tersebut antara lain dipengaruhi melemahnya ekspor migas yang turun 48,16 persen menjadi US$192,71 juta. Sementara ekspor nonmigas turun 4,07 persen dari US$19,20 miliar menjadi US$18,42 miliar.

Meski secara umum ekspor menurun, sejumlah komoditas justru menunjukkan pertumbuhan. Ekspor tembaga menjadi salah satu yang terbesar, naik 53,99 persen menjadi US$2,57 miliar, sedangkan lemak dan minyak hewani/nabati naik 23,89 persen menjadi US$1,91 miliar.

Berita Terkait :  Dilarang Manfaatkan Program MBG, Saleh Mukadar Ajak Semua Kader PDIP Patuhi Instruksi DPP

Sebaliknya, ekspor perhiasan dan permata mengalami penurunan paling dalam, yakni 56 persen menjadi US$1,93 miliar. Penurunan juga terjadi pada ekspor tembakau dan rokok yang turun 10,30 persen menjadi US$680,78 juta.

Di sisi impor, Jawa Timur mencatat nilai US$22,13 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026, meningkat 15,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi baik pada impor nonmigas yang naik 13,09 persen maupun impor migas yang meningkat 27,30 persen.

Impor Jawa Timur pada Agustus 2026 sendiri mencapai US$2,61 miliar atau meningkat 7,99 persen dibandingkan Agustus 2025. Impor nonmigas mencapai US$2,11 miliar, sedangkan impor migas sekitar US$501 juta.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Jawa Timur Januari-Agustus 2026 mengalami defisit US$3,52 miliar karena impor mencapai US$22,13 miliar, lebih tinggi dibanding ekspor US$18,61 miliar. Defisit terutama berasal dari sektor migas sebesar US$3,92 miliar, sementara sektor nonmigas masih mencatat surplus US$399,90 juta. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!