Gresik, Bhirawa
Polres melalui Polsek Driyorejo bersama BPBD Gresik bergerak cepat menangani peristiwa seorang bocah perempuan berusia 7 tahun. Terseret arus air di selokan kawasan perumahan KBD Desa Mulung Kecamatan Driyorejo, Korban bernama Putri Dwi Jumrina Sari warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, di selokan Perumahan KBD Jl Permata tepat di samping Masjid Miftahul Jannah, Desa Mulung. Saat hujan deras mengguyur wilayah dan korban di temukan dalam kondisi meninggal dunia kurang lebih satu kilometer dari tempat kejadian.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram mengatakan, menerima laporan dari masyarakat, langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal. Berdasarkan keterangan di lapangan, kejadian bermula saat korban bermain di sekitar selokan bersama seorang saksi anak-anak. Namun karena kondisi hujan deras, korban terpeleset dan jatuh ke dalam selokan hingga terseret arus air.
”Anggota kami, segera mendatangi tempat kejadian perkara melakukan pendataan saksi. Serta berkoordinasi dengan BPBD dan relawan, untuk melakukan pencarian korban,” ujarnya.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya, yang selanjutnya diteruskan kepada orang tua korban serta pihak kepolisian. Dalam upaya pencarian, Polres Gresik menunjukkan respons cepat dan sinergi lintas instansi.
Dengan mengerahkan personel Polsek Driyorejo, untuk menyisir aliran selokan bersama BPBD Kabupaten Gresik dan relawan. Kurang lebih satu kilometer korban ditemukan, dalam kondisi meninggal dunia.
”Mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras. Dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar saluran air, demi menghindari kejadian serupa,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Sukardi mengatakan, bahwa anak tersebut sudah ditemukan pada hari Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 08.40 WIB. Menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada, terutama mengawasi anak saat bermain di sekitar saluran air atau sungai untuk menghindari kejadian serupa.
”Diharapkan masyarakat tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini, dan tetap menjaga anak-anak saat bermain. Dan sudah ketemu, mas. Tadi hari Rabu, 4 Februari 2026 sekitar pukul 08.40 WIB, saat ini masih dalam proses evakuasi di lapangan,” tandasnya. [kim.fen]

