25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Jabat Rektor Untag Surabaya, Harjo Perkuat Mutu Internasional dan Kampus Inklusif


Surabaya, Bhirawa
Harjo Seputro resmi menjabat sebagai Rektor Untag Surabaya periode 2026-2029 menggantikan Prof Mulyanto Nugroho. Dalam kepemimpinan baru ini, Harjo menjabarkan arah transformasi institusi yang berfokus pada mutu akademik berstandar internasional dan tata kelola berdampak.

Pada paparan program yang di dampingi Wakil Rektor II Supangat, pihaknya mengungkapkan keberhasilan Untag Surabaya dalam meraih sertifikasi Asean University Network Quality Assurance (AUN-QA) pada Maret 2024 melalui tiga program studi Sarjana Administrasi Publik, Arsitektur, dan Psikologi. AUN-QA menjadi indikator penting bahwa proses pembelajaran, kurikulum, serta sistem penjaminan mutu di Untag Surabaya telah memenuhi standar kualitas pendidikan tinggi di tingkat Asia Tenggara.

“Capaian ini menjadi pijakan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu di Untag Surabaya, harapannya standar mutu ini tidak berhenti di tiga program studi saja. Setelah tingkat Asia Tenggara kami fokus ke tingkat Asia,” ujar Harjo, Selasa (6/1).

Ia juga menyebut, saat ini pihaknya tengah berfokus pada empat program studi untuk sertifikat international. Akhir Januari, tambah dia, 4 Prodi Untag telah submit 4 untuk meraih sertifikat international. Diantaranya S1 Teknik Mesin, S1 Ilmu Hukum, S1 Sastra Inggris Dan S1 Ilmu Komunikasi.

Penguatan tata kelola berdampak juga diwujudkan melalui penandatanganan Kontrak Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Berdampak pada 5 Januari 2026. Untag Surabaya terpilih menjadi salah satu dari sepuluh Perguruan Tinggi swasta di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur yang menandatangani kontrak tersebut.

Berita Terkait :  Senator Terpilih Ning Lia Apresiasi KKN Kelompok 63 Mahasiswa UINSA yang Ubah Limbah Plastik jadi Ecobrik

“IKU ini kami maknai sebagai instrumen transformasi. Setiap indikator harus berdampak langsung pada kualitas lulusan, kinerja dosen, dan masyarakat,” jelasnya.

Harjo juga mengungkapkan, di awal tahun 2026 ini Untag telah meresmikan dan membuka Pusat Layanan Disabilitas. Pusat layanan ini menjadi upaya Untag Surabaya sebagai kampus ramah difabel yang menyediakan dukungan bagi mahasiswa dengan berbagai kebutuhan khusus, termasuk melalui buku pedoman yang memfasilitasi pembelajaran bagi mahasiswa dengan disleksia, autisme, tunanetra, tunarungu, dan lainnya.

“Untag Surabaya sejak lama dikenal sebagai kampus yang ramah difabel. Dengan Pusat Layanan Disabilitas, kami memperkuat fasilitas untuk mahasiswa dengan kebutuhan fisik maupun akademik khusus, sehingga semua memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang,” paparnya.

Hingga saat ini, tercatat sekitar 100 mahasiswa aktif Untag Surabaya yang merupakan anak kebutuhan khusus dengan ragam tertentu yang tersebar di berbagai program studi.

Dari jumlah tersebut, didominasi oleh 24 mahasiswa merupakan penyandang kesulitan belajar seperti disleksia, 23 mahasiswa memiliki bakat istimewa, serta 9 mahasiswa teridentifikasi dengan karakteristik hiperaktif. Selain itu, mahasiswa dengan kebutuhan khusus lainnya meliputi down syndrome, tunadaksa, autisme, tunanetra, tunarungu, dan tunawicara.

Visi World Class University tidak hanya berkaitan dengan kualitas akademik, tetapi juga memastikan setiap aspek universitas berdampak positif dan menyediakan akses pendidikan yang inklusif bagi semua mahasiswa.

“Pendidikan yang berkualitas harus dapat diakses oleh siapa saja tanpa hambatan. Kami terus berinovasi untuk memajukan Untag Surabaya sebagai universitas berkelas dunia,” tutupnya. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Paslon Muhibbin-Aushaf dapat Nomor Urut 1 di Pilkada Nganjuk 2024

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru