Gresik, Bhirawa
Inovasi Petrokimia dalam memajukan pertanian Indonesia, berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus di ajang “BUMN and Brand Marketing Award (BBMA) 2025”. Teknologi ini dinilai tidak hanya berdampak positif bagi perusahaan, tetapi juga membawa manfaat berkelanjutan bagi pertanian di Indonesia.
Ketiga penghargaan yang berhasil diraih yaitu Gold, untuk Global Branding and Marketing Strategy. Gold untuk Brand Strategy Relevance, serta Platinum untuk Impact on Indonesia. Penghargaan diterima langsung, oleh Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik Johanes Barus.
“Inovasi yang diciptakan Petrokimia, untuk pertanian Indonesia selalu mengedepankan kegiatan-kegiatan edukatif bagi petani. Sekaligus menjadi upaya perusahaan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, serta peningkatan kesejahteraan bagi petani. Petani kami ajak untuk merasakan langsung, dan membuktikan sendiri kualitas produk yang ditawarkan, sehingga terciptalah loyalitas terhadap produk-produk Petrokimia Gresik,”ujar Johanes
Juga apresiasi yang diberikan oleh stakeholder, atas inovasi-inovasi perusahaan. Prestasi ini diraih karena inovasi yang dijalankan, mampu menjadi solusi bagi tantangan atau problem yang dihadapi oleh konsumen, dalam hal ini petani. Dan sejumlah inovasi yang berhasil menarik perhatian dewan juri, di ajang BBMA 2025. Yaitu Smart Precision Farming, untuk masa depan pertanian Indonesia lebih modern.
Melalui program ini mengajak petani di dalam negeri, untuk mengoptimalkan teknologi dalam proses budidaya. Seperti penggunaan drone untuk pemupukan serta pemanfaatan Internet of Things (IoT), guna memperoleh data geo-spasial dan rekomendasi pemupukan presisi sesuai kebutuhan tanaman.
“Kami memiliki banyak sekali inovasi-inovasi, yang memanfaatkan teknologi dan melibatkan petani langsung. Untuk merasakan manfaatnya, penghargaan ini kami dedikasikan untuk petani dan pertanian Indonesia.”ungkapnya.
Hingga November 2025, Smart Precision Farming telah diaplikasikan di lahan seluas 2.524 hektare di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Mencakup berbagai komoditas seperti tebu, padi, jagung, edamame, singkong, dan komoditas pertanian lainnya.
Ditambahkan Johanes Barus, bahwa teknologi Agro Tech Center berhasil memanfaatkan lahan tidur seluas 7.656 meter persegi. Sebagai pusat edukasi dan percontohan penerapan teknologi pertanian modern, antara lain indoor farming system, hidroponik, teknologi monitoring tanaman dan agroklimat, sistem penyiraman dan pemupukan otomatis, serta teknologi alat mesin pertanian (alsintan) lainnya.[kim.ca]

