24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Inovasi KKN Untag Surabaya: Solusi Nyata Peternakan Kambing di Desa Candiwatu


Mojokerto, Bhirawa
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar agenda akademik, melainkan bentuk pengabdian yang mampu menjawab persoalan nyata di desa.

Hal ini tercermin dalam pelaksanaan KKN di Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, khususnya pada sektor peternakan kambing.

Peternakan kambing yang menjadi salah satu sasaran kelompok kami yaitu peternakan kambing punya Bapak Rudi. Di peternakan ini lah sumber penghidupan tidak hanya penting bagi Bapak Rudi saja melainkan semua masyarakat Desa Candiwatu. Namun, di balik potensi tersebut, terdapat permasalahan klasik yang kerap dihadapi peternak, yaitu pengelolaan kotoran hewan. Proses pengadukan kotoran kambing yang masih dilakukan secara manual membutuhkan tenaga besar, waktu lama, serta berisiko terhadap kesehatan peternak akibat paparan bau dan bakteri.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus Surabaya pada program kerja Sub-Kelompok 2 Reguler (R) 4 menghadirkan sebuah alat inovasi pengaduk kotoran hewan yang dirancang sederhana, ekonomis, dan mudah dioperasikan.

Anggota subkelompok 2 R 4 Andi Nahdah Afiyani menjelaskan alat yang dibuatnya bertujuan membantu peternak dalam mengolah kotoran kambing agar lebih cepat tercampur merata, baik untuk dijadikan pupuk organik maupun bahan lanjutan pengolahan limbah ternak.

Inovasi ini patut diapresiasi karena lahir dari proses observasi lapangan dan dialog langsung dengan peternak. Mahasiswa tidak datang membawa konsep besar yang sulit diterapkan, melainkan solusi praktis yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat desa. Pendekatan ini mencerminkan esensi KKN sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan dan realitas sosial.

Berita Terkait :  Berlangsung Tertib dan Kondusif, Camat Tarik Puji KKN Tematik Mahasiswa Umaha 2024

Lebih dari sekadar alat, inovasi pengaduk kotoran hewan ini berpotensi memberikan dampak berkelanjutan. Pengelolaan limbah ternak yang lebih baik dapat meningkatkan nilai ekonomis kotoran kambing sebagai pupuk organik, mengurangi pencemaran lingkungan, serta mendukung praktik peternakan yang lebih ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, hal ini turut mendorong peningkatan kesejahteraan peternak di Desa Candiwatu.

Program KKN Untag Surabaya di Pacet Mojokerto juga menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berperan sebagai agen perubahan di tingkat desa. Dengan kreativitas, kepekaan sosial, dan kolaborasi bersama masyarakat, kegiatan KKN dapat menghasilkan inovasi tepat guna yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar inovasi-inovasi semacam ini tidak berhenti sebagai proyek sesaat, tetapi dapat dikembangkan dan direplikasi di desa-desa lain. KKN bukan hanya tentang pengabdian sementara, melainkan investasi sosial untuk pembangunan desa yang berkelanjutan. Melalui inovasi pengaduk kotoran hewan di peternakan kambing Desa Candiwatu, mahasiswa KKN Untag Surabaya telah memberi contoh bahwa perubahan besar sering kali berawal dari solusi sederhana yang dikerjakan dengan niat dan kepedulian nyata. [why]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru