Febrina Kusumawati
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pastikan semua sekolah SD dan SMP melaksanakan pembatasan gadget kepada semua siswa atas atas hibauan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
Melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengigatkan kepada semua sekolah SD dan SMP di Surabaya atas pembatasan gadget di kalangan pelajar setelah libur Panjang hari raya idul fitri. Selasa (31/3/2026)
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengukapkan pentingnya pembatasan gadget pada kalangan pelajar.
“Mengimbau siswa mulai membatasi penggunaan handphone karena dinilai memiliki potensi risiko jika tidak digunakan secara bijak, jadi tolong kurangi handphonenya sebab semakin lama penggunaan gawai banyak hal-hal yang berbahaya kalau tidak bisa tepat menggunakannya,” jelasnya.
Lanjut Febrina mengatakan bahwa ancaman di dunia digital tidak bisa dianggap sepeleh, termasuk potensi terpapar konten berbahaya.
“Terdapat kasus luar Kota Surabaya, yang mana anak sekolah harus berhadapan dengan hukum karena terlibat dalam grup berbahaya di dunia maya, sebab itu meminta siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat digital,” katanya.
Febri menghibau pentingnya soal karakter membangun kepedulian antarsiswa di lingkungan sekolah, jadi harus bisa sayang sama sesama tema sekelas.
“Contoh kepedulian bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menanyakan kabar teman yang tidak masuk sekolah atau sedang bersedih, temannya gak masuk ditanya kenapa, adik-adik harus coba untuk cari tahu, jadi itu wujud saying, jangan saling menyakiti,” pesannya.
Selain itu, Febri mengigatkan bahwa siswa kelas 6 SD agar mulai mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 20-30 April 2026.
“Masih ada waktu bagi siswa untuk belajar lebih maksimal demi meraih hasil terbaik, masih ada waktu untuk bisa belajar lagi sampai dengan tanggal 20, semoga adik-adik semuanya mendapatkan hasil yang terbaik,” imbuhnya. [ren.gat]


