29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 4, 2026
spot_img

Inflasi Jawa Timur Februari 2026 Capai 4,88 Persen, Tarif Listrik dan Emas Jadi Penyumbang Terbesar

Surabaya, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,88 persen pada Februari 2026. Inflasi tersebut menyebabkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,90 pada Februari 2025 menjadi 111,07 pada Februari 2026.

Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ika Rahayu Sri menyampaikan, secara bulanan (month to month/m-to-m) Jawa Timur mengalami inflasi 0,95 persen. Sementara secara tahun kalender (year to date/y-to-d), inflasi tercatat sebesar 0,74 persen. Data itu dihimpun dari pemantauan harga di 11 kabupaten/kota.

Kenaikan inflasi y-on-y terjadi karena sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tertinggi sebesar 20,71 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 18,59 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,84 persen.

Kelompok lain yang juga mengalami inflasi antara lain kesehatan sebesar 2,20 persen, pendidikan 1,88 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,35 persen, transportasi 0,87 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,89 persen, pakaian dan alas kaki 0,71 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,22 persen.

Sementara itu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,28 persen. Secara komoditas, tarif listrik menjadi penyumbang inflasi y-on-y terbesar dengan andil 1,89 persen. Selain itu, emas perhiasan menyumbang 1,18 persen. Komoditas pangan seperti daging ayam ras, beras, cabai rawit, telur ayam ras, dan bawang merah juga memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan.

Berita Terkait :  Ketua DPD RI Desak Brigade Pangan Kementan Prioritaskan Lulusan Lembaga Pendidikan Pertanian

BPS juga mencatat komoditas lain yang mendorong inflasi y-on-y, antara lain angkutan udara, mobil, sepeda motor, Sigaret Kretek Mesin (SKM), daging sapi, santan jadi, kontrak rumah, sewa rumah, nasi dengan lauk, serta biaya pendidikan seperti akademi/perguruan tinggi dan sekolah dasar.

Di sisi lain, sejumlah komoditas menahan laju inflasi karena mengalami deflasi, di antaranya bensin, bawang putih, cabai merah, wortel, ikan mujair, telepon seluler, gula pasir, dan pisang. Secara bulanan, inflasi m-to-m Februari 2026 terutama dipicu kenaikan harga cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, dan beras. Sementara bensin dan wortel menjadi komoditas yang menahan inflasi bulanan.

Berdasarkan andil kelompok pengeluaran terhadap inflasi y-on-y, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,98 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,29 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,08 persen.

Dengan perkembangan ini, BPS menegaskan bahwa tekanan inflasi Februari 2026 masih didominasi oleh komponen energi dan komoditas pangan, sementara beberapa komoditas lain berperan sebagai penahan laju kenaikan harga di Jawa Timur.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!