Surabaya, Bhirawa
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperkuat arah strategis untuk menjadi universitas berkelas dunia. Dalam sebuah kesempatan, Wakil Rektor Bidang I Untag Surabaya, Harjo Seputro, merumuskan arah dan program strategis tahun 2026-2030 yang menitikberatkan pada transformasi akademik, riset, tata kelola, hingga pengembangan mahasiswa.
Wakil Rektor yang akrab disapa Harjo ini menegaskan bahwa perguruan tinggi kini memikul peran lebih besar daripada sekadar institusi penyelenggara pendidikan tinggi. “Kampus harus mampu menjadi motor penggerak transformasi sosial-ekonomi bangsa. Dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, industri, dan pemerintah. Mahasiswa pun tidak boleh hanya diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai subjek utama yang membawa perubahan,” ujarnya, Senin (29/9).
Sebagai contoh, lanjut dia, dalam periode 2026-2030, Untag Surabaya menargetkan capaian di tingkat regional hingga internasional. Salah satunya adalah masuk peringkat 10 besar nasional, 50 besar ASEAN, dan 100 besar Asia pada QS World University Ranking by Subject bidang Arts & Humanities.
Menurut Harjo, target itu dapat dicapai melalui tata kelola universitas yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan mutu, sejalan dengan semangat patriot yang menjadi identitas Untag Surabaya.
Sementara program kerja Bidang I difokuskan pada lima prioritas utama. Pertama, pembaruan kurikulum agar lebih fleksibel, relevan dengan dunia kerja, dan mengakomodasi rekognisi pembelajaran lampau (RPL). Kedua, penjaminan mutu melalui sistem penilaian yang adil dan transparan, dengan standar capaian akademik yang terukur.
Ketiga, optimalisasi monitoring berbasis PDDikti sebagai instrumen evaluasi sekaligus dasar akreditasi otomatis. Keempat, penguatan riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan industri melalui kolaborasi dalam ekosistem Kampus Merah Putih. Kelima, pengembangan kepemimpinan, kemandirian, dan kreativitas mahasiswa agar tumbuh sebagai agen perubahan berdaya saing global.
“Capaian besar tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi lintas unit. Fakultas, program studi, biro, hingga unit pendukung harus berkolaborasi dan bergerak bersama. Sinergi inilah yang akan mengantar Untag Surabaya pada reputasi internasional tanpa kehilangan jati diri sebagai Kampus Merah Putih,” tambah Harjo.
Dengan fondasi visi yang jelas, strategi yang terukur, dan komitmen seluruh civitas akademika, Untag Surabaya optimistis meneguhkan peran sebagai universitas unggul yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa sekaligus diakui di kancah global.
Sementara itu, ditambahkan Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., sejumlah program studi telah berhasil meraih sertifikasi AUN-QA, sementara program lainnya tengah dipacu untuk menyusul. “Belum lama ini, Untag Surabaya juga menambah dua guru besar baru, sehingga jumlah profesor kini mencapai 30 orang,”urainya.
Ke depan, orientasi Untag adalah memperluas kiprah internasional, khususnya di bidang riset dan pengabdian masyarakat. Bahkan, sebelumnya Untag Surabaya pernah mendapatkan hibah penelitian dengan nilai puluhan miliar dari Dikti. Hal ini menjadi inspirasi bagi para dosen untuk terus mengasah kemampuan dalam meraih hibah serupa. Dengan capaian tersebut, Untag Surabaya semakin kokoh sebagai salah satu kampus rujukan di Indonesia. [ina.wwn]

