32 C
Sidoarjo
Saturday, February 14, 2026
spot_img

HLM TPID, Pemkot Kediri Antisipasi Gejolak Harga Jelang Imlek hingga Idul Fitri

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati saat memimpin High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Jumat (13/02).

Pemkot Kediri, Bhirawa.
Pemerintah Kota Kediri mengantisipasi potensi gejolak harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Imlek, bulan suci Ramadan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Jumat (13/2).

Rapat yang dipimpin Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, ini membahas strategi stabilisasi harga serta pengamanan ketersediaan pasokan di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.

Vinanda mengatakan, momentum Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri biasanya diikuti lonjakan permintaan bahan pokok. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga, meskipun di sisi lain turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peningkatan mobilitas dan konsumsi masyarakat tentu berdampak pada dinamika harga di pasar. Karena itu perlu langkah antisipatif agar stabilitas tetap terjaga,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Kediri pada Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,37 persen. Penurunan ini dipengaruhi turunnya harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Namun, secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 3,30 persen.

Ia menjelaskan, inflasi tahunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis, kelancaran distribusi antarwilayah, kondisi cuaca, serta pola konsumsi masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menegaskan pentingnya pemetaan stok bahan pokok, pengawasan distribusi guna mencegah penimbunan, serta pemantauan harga secara intensif. Pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan Operasi Pasar Murni (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) apabila terjadi lonjakan harga signifikan.

Berita Terkait :  Empat Ribu Disabilitas Belum Terima Bantuan, Bank Sampang Sebut Dana Belum Dicairkan

“Intervensi harus dilakukan secara terukur dan tepat sasaran agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri, Emil Wahyudiono, menyebutkan sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang deflasi pada Januari 2026, di antaranya cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, bensin, kangkung, bayam, sawi hijau, tomat, angkutan udara, dan wortel.

“Komoditas tersebut mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil terhadap terjadinya deflasi pada Januari 2026,” jelas Emil.

Adapun komoditas penyumbang inflasi secara tahunan meliputi tarif listrik, emas perhiasan, beras, biaya pendidikan taman kanak-kanak, bahan bakar rumah tangga, serta angkutan udara.

“Beberapa komoditas tersebut mengalami kenaikan harga secara konsisten dalam setahun terakhir dan mempengaruhi inflasi year on year Kota Kediri,” tandasnya.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru