28 C
Sidoarjo
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Garap Lima Desa Wisata Sidoarjo agar Layak Jual



Sidoarjo,Bhirawa
Lima desa di Kabupaten Sidoarjo yang mempunyai destinasi wisata, pada tahun 2024 ini akan digarap agar bisa berkembang dan bisa layak jual ke dunia pariwisata global.

Kelima desa wisata itu meliputi Desa Candi Pari di Kecamatan Porong, Desa Ponokawan di Kecamatan Krian, Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon, Desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu dan desa wisata di lumpur Porong.

Kabid Destinasi Wisata Disporapar Kabupaten Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi SSTP, mengatakan bila desa wisata dapat dikembangkan, maka harapannya akan menjadi peluang bisnis. “Baik untuk pendapatan daerah maupun kesejahteraan warga sekitar,” kata Vira, Rabu (26/6) kemarin, yang hadir dalam kegiatan program pengembangan pariwisata yang menggandeng kerja sama dengan pihak Djalanin.com, di Balai Desa Candi Pari Kecamatan Porong.

Turut hadir dalam acara itu, pihak Kemenparekraf, Disbudpar Jatim, akademisi dari Unitomo Surabaya, travel agent dan 5 desa wisata di Sidoarjo. Luky Nuraini, Chief Marketing Officer Djalanin.com, mengatakan ada sejumlah aspek pendampingan yang akan diberikan untuk desa wisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Diantaranya masalah digital marketing, masalah diskon tiket, agar turis datang kembali, pendampingan pembuatan produk kerajinan kreatif, dan kerja sama dengan travel agent untuk promosi. “Kalau desa wisata dapat berkembang dengan baik, tentu harapannya adalah dapat menarik kunjungan wisatawan domestik, syukur-syukur wisatan luar negeri,” kata Luky.

Berita Terkait :  Pemdes Dampet Gresik Peroleh Revitalisasi Alun-alun Jadi Destinasi Food Court dan Kolam Renang

Ia menargetkan, pada Bulan Agustus 2024 nanti, pendampingan untuk 5 desa wisata di Kabupaten Sidoarjo sudah akan bisa selesai. Sehingga segera bisa dipromosikan ke dunia pariwisata. Kades Candi Pari, Nurhadi, dalam kesempatan itu mengatakan di wilayahnya ada dua situs candi peninggalan kerajaan Majapahit. Yaitu Candi Pari dan Candi Sumur.

Menurutnya pada waktu malam Minggu, dua situs candi itu ramai dikunjungi warga. Tidak hanya warga desa setempat, juga warga luar desa. Di Desa Candi Pari, juga mempunyai kebudayaan tradisional ludruk dan tradisi budaya bantengan.

Nurhadi berharap desa wisata agar dibina terus, supaya keberadaannya semakin berkembang. “Kalau banyak jenis budaya di suatu daerah yang bisa dijual, menurut saya turis akan lama menginap di hotel,” komentarnya.

Ketua Program Kerjasama Terpadu Kemenparekraf RI, Taufik Hidayat, dalam kesempatan itu setuju dalam pengembangan desa wisata harus menggandeng pihak lain, yang bisa membantu pengembangan pariwisata.

Misalnya promosi dengan para travel wisata, wisata ada paket asuransinya agar turis merasa aman dan nyaman. , Di era digitalisasi ini, promosi pariwisata tak kalah pentingnya adalah dengan para pelaku konten kreator.

“Saya memberi support agar desa wisata yang ada di Kabupaten Sidoarjo secara bertahap akan terus berkembang dan bisa bersaing,” katanya.

Taufik menyatakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan kunjungan wisatawan domestik tahun 2024 mencapai 1,2 miliar orang. [kus.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru