DPRD Jatim, Bhirawa
Fraksi PDIP DPRD Jatim akan menjalankan intruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk bersama kadernya di bawah untuk bergerak aktif mencegah potensi wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah masing-masing.
Ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus DBD di sejumlah daerah di Jawa Timur. Serta sekaligus menegaskan komitmen PDI Perjuangan agar tidak sekadar hadir secara simbolik, tetapi turun langsung menyentuh persoalan rakyat.
Penasehat Fraksi PDIP DPRD Jatim Deni Wicaksono mengatakan intruksi kewaspadaan dan gerakan pencegahan DBD itu tertuang dalam Surat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Nomor 014/IN/DPD/II/2026 tertanggal 5 Februari 2026, yabg ditandatangani langsung ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jatim M.H. Said Abdullah.
Menurut Deni instruksi tersebut harus diterjemahkan dalam langkah konkret di lapangan, bukan sekadar seruan administratif. Tidak hanya anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim tapi semua struktural Partai, Yakni DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, anggota Fraksi PDIP DPRD kabupaten/kota, kepala daerah dan wakil kepala daerah, hingga seluruh kader partai.
“Ini bukan sekadar imbauan. Seluruh kader PDI Perjuangan wajib meningkatkan kewaspadaan dan mengambil peran aktif dalam pencegahan DBD. Termasuk semua anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim. Partai harus hadir ketika rakyat menghadapi ancaman kesehatan,” tegas Deni, Minggu (8/2).
Dalam instruksi tersebut, DPD PDIP Jatim lanjut Wakil Ketua DPRD Jatim ini, memerintahkan kader untuk melakukan pemantauan aktif kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat, memperkuat koordinasi dengan tenaga kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit, serta menggerakkan masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus secara berkelanjutan.
Selain itu, Anggota Fraksi bersama kader di wilayah Daerah Pemilihannnya (Dapil), juga diminta mendorong pelaksanaan fogging di wilayah rawan DBD, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi kesehatan terkait, serta melakukan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat.
Pihaknya tegas Deni yang juga Sekertaris DPD PDIP Jatim juga akan mewajibkan seluruh anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, melaporkan setiap kegiatan dan perkembangan di lapangan secara berjenjang sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut organisasi.
“Kesehatan rakyat adalah prioritas. Kader tidak boleh menunggu situasi memburuk baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” tegas Deni. (geh.dre)

