32.1 C
Sidoarjo
Thursday, March 27, 2025
spot_img

FKM Unair Turut Giatkan Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis


Surabaya, Bhirawa
Hari Tuberculosis (TBC) Sedunia tanggal 24 Maret 2025, Senin kemarin, diperingati Research Group Tobacco Control (RGTC) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), dengan mengajak warga masyarakat turut dalam Giatkan Gerakan ‘Indonesia Akhiri Tuberculosis’. Agar meningkatkan kesadaran terkait dampak buruk penyakit TBC.

Ajakan gerakan ‘Indonesia Akhiri Tuberkulosis’ ini disampaikan Dekan FKM Unair, Prof Dr dr Santi Martini MKes, dalam menyambut Hari TBC Sedunia 2025 dengan menggelar Media Conference. Dalam kesempatan ini Prof Santi-sapaan akrab Dekan FKM ini juga meminta agar Media atau wartawan juga turut mengedukasi warga masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terkait dampak buruk penyakit TBC.

Menurut Prof Santi, Negara Indonesia masih menjadi negara dengan beban TBC tinggi. Berdasarkan Global TB Report 2024, Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam beban kasus TBC setelah Negara India.

“Hal ini menunjukkan TBC masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang harus segera diatasi,” ucap Prof Santi saat menggelar Presscon, Senin, (24/3) di Kampus FKM Unair Surabaya.

Padahal, jelas Prof Santi, obat TBC sudah ada dan sudah tersedia, dapat diperoleh secara gratis di fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Namun, permasalahannya adalah banyak yang tidak patuh terhadap pengobatan.Sehingga, menyebabkan resistensi obat. Hal ini mempersulit pengobatan TB hingga tuntas. Padahal penyakit TBC itu dapat dicegah dan disembuhkan.

Berita Terkait :  Cuaca Ekstrem, Pemdes Racikulon Sidayu Berikan Layanan Kesehatan Gratis Lansia dan Balita

Sedangkan, faktor risiko yang dapat menyebabkan tertular TBC disebabkan banyak hal. Diantaranya, Orang Dengan HIV/AIDS, orang dengan imunitas rendah seperti penderita Diabetes Melitus termasuk orang yang merokok atau terpapar asap rokok.

Sementar itu, Dokter Spesialis Paru, dr Wiwin Is Effendi dr Sp P(K) PhD FAPSR menjelaskan, semua orang tanpa terkecuali dapat tertular TB. Namun setelah dideteksi tertular TB bisa diobati dan bisa sembuh asal mau disiplin dalam meminum obat secara rutin dalam enam bulan.

“Setelah TB dideteksi pada penemuan kasus, pengobatan hingga pencegahan harus in-line, tidak boleh ada kasus yang lolos tidak tertangani. Sehingga, pencegahan dan pengobatan TB bisa tuntas terselesaikan. Saat ini sudah sangat banyak teknologi canggih yang dapat digunakan untuk diagnosis kasus TBC,” ungkap Dr Wiwin.

Dr Wiwin juga menjelaskan, Program TB terdiri dari deteksi suspek yang dicurigai beserta gejala-gejala seperti batuk berdarah, panas tidak tinggi, batuk-batuk, atau orang-orang dengan penyakit dalam jangka waktu penyembuhan yang lama.

“Semakin besar cakupan yang sakit, semakin besar potensi penemuan kasus. Dengan begitu, maka pengobatan akan semakin mudah. Pengobatan TBC tergolong cukup lama yakni selama enam bulan berturut-turut sampai tuntas. Sehingga kepatuhan dari pasien sangat penting. Jangan sampai penderita yang sudah dalam pengobatan malah putus di tengah jalan sehingga pasien menjadi resisten obat,” jelasnya.

Berita Terkait :  Media Sosial: Konektivitas atau Ilusi Kedekatan?

Dr Wiwin menegaskan, Program Cek Kesehatan Gratis (PKG) yang saat ini disediakan pemerintah menjadi salah satu upaya deteksi untuk penemuan tanda gejala penyakit menular maupun penyakit tidak menular, sehingga dapat segera ditangani. Selain itu, Penurunan kasus TB masuk dalam program pemerintah Quick Win melalui skrining aktif, pengobatan preventif, optimalisasi layanan, digitalisasi pemantauan, dan kolaborasi lintas sektor untuk dampak cepat.

“Tanpa adanya intervensi yang kuat, TBC akan terus menjadi beban kesehatan yang besar bagi Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan gerakan nasional yang masif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mempercepat eliminasi TBC di Indonesia,” tandas Dr Wiwin. [fen.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru