26 C
Sidoarjo
Thursday, February 26, 2026
spot_img

Fashion Thrifting Lokal

Puncak belanja pakaian, berburu baju baru sudah dimulai di berbagai gerai fashion mal, dan pusat perbelanjaan. Sampai berdesakan mengantre di kasir. Seluruh merek menambah outlet, menambah keranjang belanja. Bahkan pasar yang ada seolah tak cukup menampung minat pembeli. Ramadhan selalu menjadi pengharapan pelaku usaha mikro hingga usaha besar, sampai level global. Seluruh pelaku usaha perlu dilindungi, terutama UMKM fashion lokal yangterancam thrifting impor.

Kini thrifting lokal juga menjamur, melalui pemasaran online dan pasar langsung.Tak kalah sibuk melayani pembeli. Juga tumbuh pesat tren grandma-core (nostalgia). Yakni, semacam tren estetika gaya hidup dengan kenyamanan dan pesona masa lalu. Bergaya seperti pola nenek, menunjukkan ke-tradisional-an. Mengesankan rileks, intim, dan alami. Produk fashion grandama-core, antara lain rajutan, bordir, motif floral (kembang-kembang).

Thrifting lokal, niscaya berbasis harga yang lebih ekonomis. Bahkan harganya hanya sekitar 10% hingga 30% harga baru. Jika lebih, tidak akan laku. Thrifting lokal tidak bisa dianggap sepele. Karena omzet-nya (lingkup nasional) pada bulan Ramadhan, bisa mencapai Rp300 milyar. Termasuk melalui penawaran online yang biasa live di berbagai shop online, dan media sosial. Laris manis. Konon, pengusahaThrifting lokal di Surabaya, dan Bandung, sudah biasa meraup omzet minimal Rp 50 juta per-bulan!

Sehingga tren usaha thrifting lokal, sudah menjadi sumber penghasilan (nafkah) baru yang cukup menjanjikan kemakmuran. Tak terkecuali pelaku gen-zi, di tengah melonjaknya biaya hidup. Pemerintah coba lebih melindungi pelaku Thrifting lokal, yang tergolong usaha mikro dan ultra-mikro (UMUM). Tak jarang, modalnya berupa pakaian titipan. Kadang juga “amal” dari beberapa sosialita, yang tidak mengharap hasil penjualan pakaian bekasnya.

Berita Terkait :  Polda Jatim Tembak Mati Pelaku Spesialis Pembobol Toko Antar Kabupaten/Kota

Upaya pemerintah mencegat (secara sistemik) thrifting impor, “tidak setengah-setengah.” Sampai melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN), BAIS, TNI, Polri, dan Pemda. Membuahkan hasil. Kini thrifting impor yang sembunyi-sembunyi (ilegal) hanya sekitar 1.800 ton. Tinggal separuh dibanding tahun 2024 yang sebanyak 3.600 ton. Konon pernah mencapai puncak, tahun 2023, sebanyak 12 ton. Sebenarnya sejak tahun 2015 telah dikeluarkan larangan.

Namun karena keuntungan yang menggiurkan (dan suap Bea Cukai),thrifting impor berlanjut makin subur. Sehingga pemerintah menerbitkan regulasi terbaru, berupa Permendag Nomor 70 Tahun 2025 Tentang Barang yang Dilarang untuk Diimpor. Sebagai respons thrifting impor yang “tidak takut” aparat penegak hukum. Permendag tahun 2025 berlaku efektif, termasuk pada kawasan bebas, dan kawasan ekonomi khusus. Seluruhnya akan diperiksa.

Ditambah penegakan hukum, maka thrifting impor, mengendur.Sudah dilakukan penyergapan berkali-kali, terutama di Batam, dan “pelabuhan tikus.” Pelaku dan pemasok pakaian bekas impor diberi sanksi cukup berat. Barangnya dimusnahkan, sindikat pelakunya dipenjara, didenda juga. Sekaligus di-black list, dilarang impor seumur hidup.Thrifting impor terutama dari China, dan Korea Selatan.

Untuk kawasan Jawa Barat saja, nilai impornya sebesar Rp112,3 milyar. Sedangkan omzet pedagang pakaian bekas impor (lingkup nasional) bisa mencapai trilyunan rupiah. Sehingga Pelaku usaha mikro Fashion, mustahil bisa bersaing dengan thrifting impor ilegal. Karena harga jual pakaian impor bekas bisa sebesar 400% (untung 300%). Sedangkan bisnis pakaian bekas lokal, maksimal hanya 200% (untung 100%).

Berita Terkait :  Ke-ekonomi-an Kurban

Pakaian bekas impor juga berbahaya. Beberapa Kementerian Perdagangan melakukan uji lab terhadap 73 kontainer pakaian bekas, dan terhadap 23 kontainer lainnya. Hasilnya, banyak ditemukan kuman, dan bakteri, yang tidak mati direndam dalam air mendidih, dan kebal obat dis-infektan.Bisa menyebabkan penyakit menular.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru