Kementerian Pekerjaan Umum ketika melakukan rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (7/4).
DPR RI Jakarta, Bhirawa.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat peningkatan kinerja infrastruktur dalam penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026, yang turut berkontribusi pada penurunan tingkat fatalitas kecelakaan meskipun volume lalu lintas meningkat.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur jalan tol dan jalan nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran dan keselamatan selama periode Lebaran.
“Pemerintah terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan jalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun volume lalu lintas meningkat, tingkat fatalitas kecelakaan menurun. Ini menjadi indikator penting bahwa upaya peningkatan keselamatan berjalan efektif,” kata Menteri Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (7/4).
Selain aspek keselamatan, evaluasi juga menyoroti pentingnya pengelolaan titikk layanan pengguna jalan, khususnya rest area. Rest Area KM 57 dan KM 62 pada ruas Tol Jakarta-Cikampek menjadi fokus penataan ulang secara terpadu karena dinilai berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas di sekitar ruas Tol MBZ dan Japek eksisting.
“Rest area KM 57 dan KM 62 sudah kami evaluasi. Ke depan akan ditata ulang bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri agar pengelolaannya lebih optimal, terutama dalam mengantisipasi kepadatan saat periode puncak,” tambah Menteri Dody.
Di sisi lain, pengoperasian ruas tol fungsional secara fleksibel dan situasional terbukti menjadi salah satu strategi efektif dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Berdasarkan data evaluasi, selama periode Lebaran 2026, ruas tol fungsional berhasil melayani total 1.056.784 kendaraan, menunjukkan tingginya pemanfaatan oleh masyarakat.
Sebanyak 10 ruas tol fungsional sepanjang 291,13 km dioperasikan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera, dan berperan penting dalam mengurai kepadatan pada ruas tol utama serta mendukung konektivitas kawasan strategis.
Di Pulau Sumatera, ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sepanjang 24,67 km mencatat 82.663 kendaraan, sementara ruas Palembang–Betung sepanjang sekitar 53,20 km melayani 87.079 kendaraan dan berperan sebagai jalur alternatif utama lintas timur Sumatera.
Sementara di Pulau Jawa, ruas Probolinggo–Banyuwangi menjadi yang paling dominan dengan volume mencapai 390.245 kendaraan. Disusul ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo dengan 131.949 kendaraan, yang mencerminkan tingginya mobilitas di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan yang difungsikan untuk arus balik juga mencatat 69.114 kendaraan dan terbukti membantu mengurangi beban lalu lintas pada ruas tol eksisting. Sejumlah ruas lain seperti Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Serang–Panimbang, dan Ciawi–Sukabumi juga turut berkontribusi mengurai kepadatan lalu lintas.
“Kami akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kesiapan infrastruktur, termasuk percepatan penyelesaian ruas-ruas tol strategis agar ke depan dapat beroperasi penuh,” tutur Menteri Dody.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
“Secara umum kami mengapresiasi kesiapan infrastruktur yang semakin baik. Hal ini berdampak pada kelancaran lalu lintas serta menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan,” ujar Lasarus. [ira.hel].


