28 C
Sidoarjo
Friday, February 13, 2026
spot_img

EJIES 2026 Digulirkan, Jawa Timur Mantapkan Diri sebagai Lumbung Inovasi Pendidikan Nasional

Kadindik : EJIES 2026 Tantang Dunia Pendidikan Jatim Bergerak Lebih Berani Budayakan Inovasi

Dindik Jatim, Bhirawa

 Dinas Pendidikan Jawa Timur kembali meluncurkan East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem dan budaya inovasi di sektor pendidikan. Tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaan EJIES yang diharapkan mampu menjadi stimulus lahirnya inovasi berkelanjutan di Jawa Timur.

 Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa inovasi yang dihimpun melalui EJIES tidak terbatas pada pengembangan aplikasi digital, tetapi juga mencakup kebijakan serta keputusan strategis di bidang pendidikan. ā€œHingga saat ini sudah tercatat lebih dari 19.720 inovasi dari berbagai unsur pendidikan, mulai guru, tenaga kependidikan, siswa, kepala sekolah, hingga internal Dinas Pendidikan,ā€ ujar Aries.

 Menurutnya, EJIES menjadi wadah untuk menampung, mengidentifikasi, dan mengembangkan inovasi agar dapat berkelanjutan. Ke depan, inovasi yang terhimpun akan mendapatkan asistensi untuk menentukan potensi pengembangan, baik untuk ditingkatkan ke level nasional maupun dikembangkan di tingkat lokal.

 Aries juga mendorong setiap satuan pendidikan tidak hanya menghasilkan satu inovasi. Ia menilai potensi inovasi di sekolah sangat besar mengingat jumlah guru dan tenaga kependidikan yang banyak. ā€œMinimal satu sekolah bisa menghasilkan lebih dari satu inovasi. Masalah yang dihadapi murid, guru, maupun tenaga kependidikan bisa diangkat menjadi inovasi melalui solusi yang dihasilkan,ā€ jelasnya.

Berita Terkait :  Dep Biologi Unair Tingkatkan Kompetensi Guru Bojonegoro di Bidang Biologi Molekular

 Ia menambahkan, inovasi tidak selalu berbentuk teknologi atau aplikasi. Kebijakan dan langkah strategis yang mampu menyelesaikan persoalan pendidikan juga dapat dikategorikan sebagai inovasi.

 Peluncuran EJIES 2026 ini, lanjut Aries, sekaligus menjawab dorongan dari pemerintah pusat untuk membudayakan inovasi di lingkungan pendidikan. Jawa Timur dinilai tidak hanya mampu melahirkan inovasi, tetapi juga mengimplementasikannya secara nyata di lapangan. ā€œInovasi itu harus berjalan seiring antara narasi dan implementasi. Ketika keduanya berjalan bersama, maka dampaknya akan benar-benar dirasakan,ā€ pungkasnya.

 Sementara itu, Kepala Bidang GTK Dindik Jatim Ety Prawesti menjabarkan terdapat 6 bidang inovasi dalam EJIES 2026 yang akan dilombakan di tingkat Provinsi pada bulan April mendatang.

 Bidang inovasi itu meliputi Transformasi Digital dan Teknologi Pendidikan; Inovasi Pembelajaran dan Kurikulum Abad 21; Penguatan Karakter, Literasi, dan Profil Pelajar Pancasila; Inklusi, Kesejahteraan, dan Layanan Peserta Didik; Kewirausahaan, Vokasi, dan Kemandirian Peserta Didik; serta Tata Kelola, Budaya Sekolah, dan Ekosistem Pendidikan.

 “Inovasi ini sebagai bukti bahwa Dindik Jatim harus memberikan dan menyuguhkan setiap layanan inovatif yang berdampak langsung bagi peserta didik, pendidik, dan masyarakat melalui satuan pendidikan, Cabdindik wilayah, hingga Kepala Bidang Dindik terkait,”ujar Ety.

 Inovasi tersebut, tambah dia, dalam pengembangannya berpotensi direplikasi sebagai praktik baik pendidikan bermutu bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur.  Ety juga menyebut, ditahun kedua ini arus inovasi yang dicetuskan berpeluang lebih banyak dibanding tahun pertama pelaksanaan EJIES 2026. “Di tahun pertama kemarin ada hampir 19 ribu lebih. Bisa jadi geliat inovasi tahun ini akan lebih banyak lagi,” tuturnya.

Berita Terkait :  Toilet Ramah Anak Hadir di PAUD Melati: Langkah Kecil ITS untuk Sehatkan Generasi

 Perlu diketahui berdasarkan data BSKDN Kemendikdasmen, urusan pendidikan menjadi penyumbang inovasi terbanyak kedua secara nasional setelah sektor kesehatan, dengan 5.999 laporan inovasi atau sekitar 16% dari total inovasi daerah. Secara klaster, inovasi tersebut berasal dari 789 pemerintah provinsi, 3.410 pemerintah kabupaten, dan 1.710 pemerintah kota secara nasional.

 Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mencatatkan angka tertinggi secara nasional, dengan 1.723 inovasi pendidikan atau sekitar 29% dari total laporan inovasi pendidikan di Indonesia. Khusus inovasi pendidikan, terdapat 348 inovasi, terdiri dari 11 inovasi digital dan sisanya non-digital.ina.wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru