Gresik, Bhirawa
Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, alokasi pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Kabupaten Gresik pada tahun anggaran 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini disesuaikan dengan kebutuhan riil petani dan luas lahan pertanian yang masih produktif.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Ir. Eko Anindito Putro melalui Sekretaris Baktiar Gunawan menjelaskan bahwa sebagian besar jenis pupuk mengalami kenaikan alokasi, kecuali pupuk organik.
“Beberapa yang mengalami peningkatan seperti pupuk Urea, NPK, dan ZA, namun pupuk organik justru turun,” ujarnya.
Secara rinci, alokasi pupuk Urea tahun 2026 mencapai 26.174 ton, naik dari 23.297 ton pada 2025. Pupuk NPK juga meningkat signifikan menjadi 21.808 ton dari sebelumnya 18.317 ton. Sementara itu, pupuk ZA naik dari 77,68 ton menjadi 89,61 ton. Sebaliknya, pupuk organik mengalami penurunan dari 537 ton menjadi 337 ton.
Baktiar menambahkan, dengan alokasi pupuk yang meningkat ini, diharapkan produktivitas pertanian di Gresik ikut naik sehingga kesejahteraan petani dapat terus terjaga dan mendukung stabilitas ketahanan pangan daerah. [kim.kt]


