Kota Pasuruan, Bhirawa
Pemerintah Provinsi (Provinsi) Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang Dinas Sosial (Dinsos) Jatim menugaskan lima orang pegawainya sebagai instruktur dan pelatih dalam Pelatihan Kewirausahaan bagi Disabilitas Netra. Kegiatan ini dilaksanakan, bertempat di Rumah Hebat Disabilitas (Rehat), Dinsos Kota Pasuruan, Jalan KH. Mansyur, Kelurahan Sekargadung, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan keset, acupressure massage, body care, serta kerajinan tangan berbahan keset. Program ini dirancang untuk memberikan kemampuan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas netra.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Dinsos Jatim dan Dinsos Kota Pasuruan dalam memperkuat program rehabilitasi sosial berbasis pemberdayaan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berdaya dan memiliki keterampilan bernilai ekonomi semakin terbuka luas.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial UPT RSBN Malang, Anantya Wulandari, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian penyandang disabilitas netra.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir mendukung penyandang disabilitas agar mampu mandiri secara sosial dan ekonomi. Melalui pelatihan kewirausahaan seperti keterampilan keset, acupressure massage, body care, dan kerajinan keset, peserta tidak hanya memperoleh keahlian teknis, tetapi juga motivasi dan rasa percaya diri untuk berdaya di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Anantya berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan di berbagai daerah sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kesejahteraan hidupnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga sosial lainnya untuk terus berkolaborasi memperkuat ekosistem pemberdayaan disabilitas di Jawa Timur, menuju masyarakat yang inklusif, produktif, dan berkeadilan sosial.[rac.ca]

