25 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Dua Lansia di Kabupaten Sampang Hidup Serba Kekurangan di Gubuk Reyot

Sampang, Bhirawa
Masdijha (70) dan adiknya Patha (60) tinggal di gubuk sederhana berdinding anyaman bambu yang nyaris roboh di Dusun Lenteng Barat, Desa Nyiloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Kondisi bangunan itu jauh dari kata layak huni, terutama saat musim penghujan tiba.

Saat hujan turun, air dengan mudah masuk melalui atap dan dinding yang bocor, membuat keduanya tak bisa memasak. Masdijha kini terbaring lemah akibat patah tulang setelah jatuh ke dalam sumur, dan hanya bisa beristirahat di tempat tidur sederhana tanpa alas kasur yang memadai.

Patha, dengan suara lirih, mengatakan: “Kami hanya tinggal berdua, saya dan kakak saya Masdijha. Kami tidak punya anak dan tidak punya keluarga lain. Sejak kecil saya sudah ditinggal orang tua”.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Patha sempat menjual sapi satu-satunya yang mereka miliki. “Dulu kami punya sapi, tapi karena kakak saya jatuh ke sumur dan patah tulang, sapi itu kami jual untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Pj Kepala Desa Nyiloh, Nuning Fanani, membenarkan adanya dua nenek kakak beradik yang hidup dalam kondisi memprihatinkan tersebut. “Iya mas, kami sudah tahu kondisi nenek tersebut. Mereka terdaftar sebagai penerima bantuan kesra dan mengambilnya melalui PT Pos Cabang Kedungdung, Kabupaten . Dari pihak desa juga sering kami bantu semampunya,” katanya.

Kisah dua nenek ini menjadi potret nyata kemiskinan yang masih menghimpit sebagian warga di Kabupaten Sampang, dan mengetuk nurani semua pihak untuk menghadirkan perhatian dan solusi nyata bagi mereka yang hidup di pinggiran kesejahteraan.[lis.ca]

Berita Terkait :  Paska Mutasi, Bupati Situbondo Ajak Pejabat Silahturahmi ke Pesantren Berpengaruh

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru