DPRD Surabaya, Bhirawa
DPRD Kota Surabaya mendorong Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Surabaya untuk lebih adaptif terhadap perkembangan tren sportainment guna meningkatkan popularitas olahraga tinju di tengah masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Pertina Kota Surabaya.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak berdiskusi mengenai strategi pengembangan tinju agar lebih diminati, khususnya oleh generasi muda.
“Kami menerima silaturahmi dari pengurus Pertina Kota Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, kami bertukar pikiran tentang bagaimana membangun olahraga tinju agar semakin populer di tengah masyarakat,” ujar Toni, Rabu (8/04).
Ia menilai, pendekatan sportainment yang menggabungkan unsur olahraga dan hiburan kini menjadi tren yang berkembang pesat.
Oleh karena itu lanjutnya, Pertina Surabaya dinilai perlu berinovasi, termasuk menjalin kolaborasi dengan kreator konten lokal.
“Pertina perlu adaptif terhadap perkembangan tren. Salah satunya dengan menggandeng konten kreator agar tinju memiliki nilai entertainment dan lebih menarik bagi publik,” katanya.
Menurutnya, fenomena pertandingan tinju yang melibatkan artis maupun tokoh publik menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki daya tarik besar jika dikemas secara modern.
Dimana kata politisi Golkar Jatim ini, tren tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang pembinaan atlet secara lebih luas.
“Tinju saat ini tidak hanya soal prestasi, tetapi juga bagian dari industri hiburan yang bisa menjadi wadah bagi anak muda untuk menyalurkan bakat dan minatnya secara positif,” jelasnya.
Selain itu, legislator yang menaruh perhatian didunia olahraga ini juga mendorong agar Pertina Surabaya mulai menyiapkan pembinaan atlet secara berkelanjutan dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 yang akan digelar di Surabaya.
Ia menekankan pentingnya kejuaraan dan pelatihan rutin sebagai bagian dari strategi mencetak atlet berprestasi, sekaligus mendukung target Surabaya untuk kembali meraih juara umum.
“Pembinaan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, agar Pertina bisa berkontribusi maksimal dalam Porprov Jatim 2027,” tegasnya.
Di sisi lain, ia berharap inovasi dalam pengembangan tinju tidak mengesampingkan aspek pembinaan prestasi.
Menurutnya, keseimbangan antara sport dan entertainment menjadi kunci agar olahraga ini berkembang secara berkelanjutan.
“Adaptasi terhadap tren penting, tetapi pembinaan atlet tetap harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. [dre]


