28 C
Sidoarjo
Tuesday, March 17, 2026
spot_img

Dosen FBE Ubaya Ungkap Strategi Hadapi Dampak Perang Israel-Iran pada Pariwisata

Dosen Dosen FBE Ubaya Dr. Prita Ayu Kusumawardhany, MM

Surabaya, Bhirawa.
Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (FBE Ubaya) merespon tentang perang yang bergejolak antara Israel dan Iran berdampak terhadap banyak aspek secara global khusunya strategi yang bisa dilakukan pelaku usaha.

Dengan adanya gejolah di timur tengah, pemerintah dapat mempromosikan Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil melalui kampanye digital untuk membangun kepercayaan wisatawan, fokus pada pasar jarak dekat (short-haul traveler) dan memperkuat kerja sama dengan maskapai internasional menjadi solusi yang layak dipertimbangkan. Senin, (16/3/2026)

Dosen FBE Ubaya Dr. Prita Ayu Kusumawardhany, MM mengatakan memberikan dukungan kepada agen perjalanan domestik, dengan subsidi tiket perjalanan dalam negeri juga dapat menarik para wisatawan untuk melakukan perjalanan, untuk memastikan para pelancong merasa aman, penggunaan metode monitor berbasis teknologi (technology-based monitoring) di titik-titik destinasi wisata yang ramai.

“Para pelaku usaha pariwisata, menerapkan strategi dual market, dengan tetap memantau dan menjaga kondisi pariwisata internasional sembari menguatkan wisata domestik dan regional Asia sebesar enam puluh hingga tujuh puluh persen untuk menjaga kestabilan arus kas,” ucapnya.

Prita mengukapkan aktualitas informasi dari media dan pantau pembaruan informasi dari maskapai penerbangan dan International Air Transport Association (IATA). diperlukan untuk mengevaluasi risiko dan keamanan penerbangan.

“Bisa diversifikasi paket perjalanan wisata domestik dan regional Asia, Iklan digital untuk menonjolkan destinasi yang aman serta menawarkan promo yang fleksibel, seperti garansi dan uang kembali menjadi opsi yang potensial pula,” ujarnya.

Berita Terkait :  Santri Ponpes Al Rosyid dapat Penyuluhan Lalu Lintas dari Satlantas Polres Bojonegoro

Prita menambahakan terdapat lima faktor risiko utama memengaruhi sektor pariwisata akibat perang Israel-Iran, antara lain keamanan yang terancam, transportasi dan aksesibilitas yang terbatas, psikologis wisatawan yang terganggu, image destinasi Timur Tengah menurun, serta kenaikan biaya perjalanan yang signifikan.

“Indonesia turut menghadapi risiko penurunan wisatawan yang secara konkret memengaruhi kondisi finansial nasional, meskipun tergolong aman secara geografis, lonjakan biaya perjalanan dan rute yang menjadi lebih panjang harus disiasati dengan bijaksana,” imbuh Prita. (ren.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!