Lamongan, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten Lamongan di bawah kepemimpinan Bupati Yuhronur Efendi terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan infrastruktur berkelanjutan. Langkah ini diambil guna mendukung program swasembada pangan, memperkuat ketahanan air pertanian, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah untuk menunjang roda perekonomian masyarakat.
Sejumlah proyek strategis telah disiapkan, di antaranya pembangunan Embung Dungpawon di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, serta penggantian Jembatan Talunrejo di Dusun Godok, Kecamatan Bluluk.
Guna memastikan persiapan berjalan optimal, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini melakukan monitoring secara langsung ke lokasi pada Jumat (25/9/2026).
Dalam peninjauannya, Pak Yes menegaskan pentingnya keberadaan Jembatan Talunrejo yang sebelumnya sempat putus. Jembatan ini dinilai sangat vital karena menjadi penghubung langsung antara dua daerah, yakni Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro.
“Jembatan Talunrejo ini strategis sekali karena menghubungkan dua kabupaten, yaitu Kecamatan Bluluk di Lamongan dan Kecamatan Kedungadem di seberangnya. Kemarin kami sudah menghadap kepada Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa, beliau sudah menyetujui. Tinggal sekarang pondasi yang sedang kita upayakan supaya termasuk di dalam bagian jembatan tersebut,” terang Pak Yes.
Berdasarkan data dari Dinas PU Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan, Jembatan Talunrejo dirancang dengan dimensi bentang jembatan sepanjang 25 meter dan lebar 6 meter. Bangunan bawah jembatan akan menggunakan abutmen beton bertulang dengan minipile 200 \times 200 sepanjang 14 meter, sementara struktur bangunan atasnya mengaplikasikan rangka baja komposit.
Selain aksestabilitas jalan dan jembatan, sektor ketahanan air pertanian juga menjadi fokus utama Pemkab Lamongan. Pak Yes menjelaskan rencana pembangunan Embung Dungpawon di Desa Sembung, Kecamatan Sukorame, yang diproyeksikan berdiri di atas area potensial seluas kurang lebih 4 hektar.
Merujuk pada data Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi, Embung Dungpawon direncanakan memiliki daya tampung efektif hingga 180.000\text{ m}^3 dan ditargetkan mampu mengairi sekitar 25 hektar sawah dalam dua musim tanam per tahun.
“Pembangunan waduk ini merupakan aspirasi masyarakat dan Kepala Desa Sembung. Embrionya sudah ada di lokasi. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa menyediakan pasokan air sekitar 75.000\text{ m}^3 per masa tanam untuk mengairi 25 hektar sawah, bahkan bisa lebih. Nantinya saluran irigasinya juga akan kita perhatikan dan dipelihara secara rutin,” tambah Pak Yes.
Tidak berhenti di situ, dalam rangkaian peninjauan lapangan tersebut, Pak Yes turut memantau pengerjaan rekonstruksi jalan ruas Dradah – Kedungpring yang mencakup penanganan jalan sepanjang 2.882 meter. Langkah simultan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan mendongkrak kesejahteraan masyarakat Lamongan secara merata. [yit.kt]

