27 C
Sidoarjo
Thursday, March 26, 2026
spot_img

Disnakertrans Jatim Tunggu SE Gubernur Soal WFH, Pastikan Pelatihan BLK Tetap Berjalan

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur tengah bersiap menerapkan skema bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Instansi ini masih menunggu Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur sebagai payung hukum resmi sebelum melakukan sosialisasi ke jajaran terkait.

Sekretaris Disnakertrans Jatim, Agus Gunawan menyatakan, pihaknya segera menindaklanjuti aturan ini begitu SE Gubernur terbit. Selain mengatur jam kerja kantor, Disnakertrans juga menaruh perhatian khusus pada layanan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

”Kami menunggu SE Gubernur terlebih dahulu, baru nanti disosialisasikan. Namun, untuk pelatihan di BLK di bawah naungan Disnakertrans Jatim akan kami atur juga agar tetap berjalan lancar, mungkin bentuknya melalui pembagian shift kerja dan instruktur juga,” ujar Agus di Surabaya.

Agus menekankan bidang pelatihan kerja memiliki karakteristik yang berbeda. Kompetensi peserta hanya bisa tercapai melalui interaksi fisik dengan peralatan di ada di UPT BLK.

”Tidak mungkin pelatihan kerja dilakukan melalui Zoom. Peserta tentu harus praktik langsung, makanya teknisnya akan kami atur agar tidak terhenti,” tegas Agus.

Senada dengan kebijakan provinsi, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo yang berada di bawah naungan kementerian pusat juga berencana tetap melangsungkan pelatihan kerja. Kepala BPVP Sidoarjo Muhammad Aiza Akbar menegaskan bahwa skema WFH kemungkinan besar hanya menyasar bagian administrasi, sementara aktivitas teknis pelatihan diupayakan tetap berjalan.

Berita Terkait :  Skrinning Prostat Terbanyak, ITS Pecahkan Rekor Muri

Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, memberikan instruksi tegas kepada seluruh pegawai, baik yang bertugas di kantor (WFO) maupun di rumah. Ia menekankan bahwa perbedaan lokasi kerja tidak boleh menurunkan standar kualitas dan responsivitas pelayanan.

”WFH bukan berarti istirahat, dan WFO bukan sekadar hadir secara fisik. Saya minta rekan-rekan tetap standby dan responsif pada tanggung jawab pekerjaan. Pastikan saluran komunikasi selalu aktif agar koordinasi tidak terhambat,” tegas Sigit dalam acara Halal Bihalal Disnakertrans Jatim yang diikuti jajaran Disnakertrans Jatim secara sederhana.

Sigit juga menginstruksikan para Kepala Bidang dan Kepala UPT untuk memastikan distribusi tugas merata. Ia meminta tidak ada celah informasi antara pegawai di kantor dan di rumah, salah satunya dengan rutin menggelar rapat koordinasi melalui video conference.

Sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, menjelaskan bahwa pemilihan hari Rabu sebagai waktu WFH bertujuan untuk mengurangi mobilitas harian pegawai secara efektif tanpa memicu persepsi “libur panjang” yang kerap muncul jika diterapkan di hari Jumat.

”Ibu Gubernur sudah mengumumkan bahwa kita menjalankan arahan pusat untuk berkontribusi menurunkan konsumsi BBM. Berdasarkan analisis, WFH di hari Rabu lebih efektif menjaga produktivitas. Kami memprediksi kebijakan ini mampu menghemat hingga 108.000 liter BBM bagi lingkungan Pemprov Jatim,” kata Emil. [rac.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!