Surabaya, Bhirawa
Pasca aksi demonstrasi yang berakhir ricuh di Surabaya, sejumlah fasilitas umum rusak parah. Bahkan, Dinas Perhubungan Provinsi (Dishub) Jawa Timur menginventarisasi fasilitas seperti rambu-rambu lalu lintas yang tak luput dari aksi pengrusakan oleh massa aksi.
“Rambu lalu lintas (rusak akibat demo ricuh, red) kita inventarisasi dulu. Kemarin memang di Grahadi ada beberapa yang rusak, dan kita sudah melaporkan itu ke Pak Sekda,” kata Kepala Dishub (Kadishub) Provinsi Jatim, Nyono ditemui usai mengikuti apel dan doa bersama di Mapolda Jatim, Selasa (2/9).
Karena menyangkut keselamatan lalu lintas, Nyono mengaku akan segera menangani hal tersebut. Sebab, urgensi dari rambu lalu linta ini dipakai oleh pengguna jalan. Seperti Traffic Light dan Warning Light, kalau tidak segera ditangani, maka akan berpotensi terhadap kecelakaan lalu lintas.
“Ini harus kita petahkan dulu urgensinya bagaimana. Kalau memang urgensinya sangat harus direhab, maka kita tangani di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tahun ini,” tegas Nyono.
Tapi, lanjutnya, kalau untuk di daerah-daerah akan kita inventarisir dulu. Apabila memungkinkan, maka akan ditangani di PAK tahun ini. Ditanya terkait kerugian dari kerusakan ini, Nyono mengaku hingga saat ini belum menghitung kerugiannya.
Dirincikannya, untuk di Grahadi ada beberapa Water Barrier yang dibakar, ada sekitar 20 buah. Kemudian terdapat Portable Warning Light memakai solar cell yang didorong, juga turut dihancurkan. Serta beberapa PJU atau lampu penerangan jalan umum juga dihancurkan.
“Untuk rambu-rambu ini sesegera mungkin kami tanggani. Tergantung urgensi yang kita petakan, kalau urgensinya harus diganti, Insya Allah pada PAK tahun diganti,” ucapnya.
Nyono juga mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk berhati-hati, lantaran ada beberapa rambu lalu lintas yang rusak akibat aksi demonstrasi. Serta selalu mengendalikan kecepatan dijalan raya, agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Beberapa fasilitas terdampak oleh perusakan, sehingga kita harus waspada dan hati-hati jangan terburu-buru. Kita harus kendalikan kecepatan agar kita antisipasi jangan sampai terjadi kecelakaan,” pungkasnya. [bed.gat]

