Upaya Pemerintah Meningkatkan Mutu, Kualitas, dan Prestasi Pendidikan
Dindik Jatim, Bhirawa
Dampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti dalam peninjauan revitalisasi di SMAN 1 Ponorogo, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai sampaikan apresisi atas dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan pendidikan di Jawa Timur.
Kunjungan peninjaun ini sendiri merupakan bagian dari agenda pemerintah pusat dalam memantau langsung pelaksanaan program Revitalisasi Sekolah yang digagas untuk memperkuat sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Timur. Program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif, modern, dan mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal.
“Revitalisasi bukan hanya soal membangun fisik sekolah, tetapi tentang membangun semangat dan peradaban belajar yang lebih baik. Ini adalah program pemerintah untuk meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran agar lebih layak, sekaligus guna meningkatkan mutu, kualitas, dan prestasi pendidikan – baik bagi murid maupun gurunya,” ujar Aries, Minggu (26/10).
Secara langsung, Kadindik juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat untuk dukungan dalam kemajuan pendidikan di Jawa Timur melalui program revitalisasi. Dengan perbaikan di sekolah, peserta didik akan semakin semangat dalam belajar sehingga mendongkrak semangat mereka untuk belajar dan meraih banyak prestasi.
“Terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perhatian dan dukungannya untuk pendidikan di Jawa Timur. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan bangsa,” imbuhnya.
Menurut Aries, revitasilasi sekolah harus dibarengi dengan perubahan budaya kerja, tata kelola yang transparan, serta peningkatan profesionalitas tenaga pendidik. Dengan begitu, hasil revitalisasi tidak hanya tampak pada bangunan fisik, tetapi juga tercermin pada peningkatan semangat belajar dan capaian prestasi murid.
“Kami di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memastikan bahwa setiap rupiah yang digelontorkan pemerintah benar-benar membawa manfaat langsung bagi peserta didik. Revitalisasi ini adalah momentum untuk memperkuat karakter sekolah sebagai tempat yang nyaman, inspiratif, dan berdaya saing,” tutur Aries.
Usai meninjau fasilitas revitalisasi, Mendikdasmen dan Kadindik Jatim berkesempatan menyaksikan langsung latihan tim karawitan SMAN 1 Ponorogo. Tim seni tradisi kebanggaan sekolah tersebut tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba karawitan tingkat nasional di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan digelar pada 9 November 2025 mendatang.
Di sela kegiatan tersebut, Aries tampak berbincang hangat dengan para siswa. Ia menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan dedikasi mereka dalam melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa, sekaligus menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Anak-anak hebat ini adalah wajah pendidikan Jawa Timur yang sesungguhnya cerdas, kreatif, dan berkarakter. Teruslah berlatih dengan semangat tinggi, berikan penampilan terbaik saat lomba nanti. Kami semua yakin kalian bisa membawa pulang juara lagi untuk SMAN 1 Ponorogo dan mengharumkan nama Jawa Timur,” ujar Aries penuh semangat.
Para siswa yang tergabung dalam tim karawitan pun menyambut motivasi tersebut dengan antusias. Mereka berjanji akan berlatih lebih keras dan memberikan penampilan terbaik di ajang nasional mendatang.
Selain meninjau kegiatan seni, Kadindik Jatim juga berdialog dengan kepala sekolah, guru, serta pengurus komite. Aries menegaskan bahwa pemerataan kualitas pendidikan di Jawa Timur hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa di Jawa Timur dari kota hingga pelosok desa memiliki akses pendidikan yang layak dan bermutu. Revitalisasi ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan foto bersama Mendikdasmen, Kadindik Jatim, guru, dan peserta didik SMAN 1 Ponorogo sebagai simbol semangat kolaborasi dan komitmen bersama untuk terus memajukan pendidikan di Jawa Timur. Dengan terlaksananya program revitalisasi di SMAN 1 Ponorogo, diharapkan sekolah ini dapat menjadi model pembelajaran unggulan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, serta pelestarian budaya bangsa.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, kita akan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berakhlak, berbudaya, dan siap bersaing di masa depan,” tutup Kadindik. [ina]

