Selama Libur Nataru, Meraup Keuntungan Dua Kali Lipat
Oleh:
Sawawi, Kabupaten Situbondo
Setiap libur panjang seperti momen Natal dan tahun baru (Nataru) 2026 ini menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi sejumlah penyedia sewa pelampung di pusat wisata bahari Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo. Salah satunya dialami Mashuda, yang mengaku meraup keuntungan 100 persen lebih dari biasanya. Ikuti ceritanya.
Pagi itu Mashuda bersama sederet pemuda dan dewasa penyedia sewa pelampung menyiapkan puluhan ukuran ban. Dari ukuran terkecil untuk kalangan anak balita, hingga ukuran remaja, pemuda dan bahkan ukuran pelampung besar untuk kalangan orang dewasa disiapkan oleh Maulana di pinggir pantai Pasir Putih Situbondo.
“Ya, ada yang ukuran terkecil hingga paling besar. Sewanya bervariasi dari mulai Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. Alhamdulillah di momen Nataru tahun ini jumlah penyewa pelampung membludak. Paling banyak saat puncak tahun baru, jumlah penyewanya terbanyak,” aku Mashuda.
Termasuk juga saat momen libur panjang pada hari Raya Idhul Fitri, mengalami peningkatan angka sewa yang signifikan.
“Ya, dia momen liburan hari hari besar keagamaan ini biasanya pengunjung wisata ramai datang ke Pasir Putih. Nah, dengan sendirinya mereka menyewa pelampung yang kami sediakan,” imbuh Mashuda.
Dalam pandangan Mashuda, masa liburan natal dan tahun baru menjadi berkah tersendiri bagi penyedia jasa sewa pelampung di lokasi wisata pantai pasir putih, Situbondo. Penghasilan mereka naik berlipat ganda dibandingkan hari biasa, karena tingginya kunjungan wisatawan yang datang ke lokasi wisata untuk menghabiskan masa libur nataru.
Saya sebagai salah satu penyedia jasa sewa pelampung di lokasi wisata pantai pasir putih Situbondo. Selama musim nataru bisa meraup penghasilan Rp 350-Rp 500 ribu perhari. Penghasilannya berlipat ganda dibandingkan hari biasa. “Sewa pelampung Rp 10 ribu sepuasnya,” aku Mashuda.
Saat ini, ada 48 orang jadi penyedia jasa sewa pelampung dan 45 orang penyedia jasa perahu layar di wisata pasir putih Situbondo. Pengunjung bisa menyewa pelampung jika ingin berenang di pantai atau menyewa perahu layar. Termasuk jika ingin menikmati sensasi panorama pantai dari tengah laut.
“Kalau penghasilan saya di hari biasa hanya Rp 150-Rp 200 ribuan. Sekarang ini bisa tembus Rp 350-Rp 500 ribu perhari,” kata Mashuda.
Salah satu wisatawan dari Jember bernama Ahmad Nurul mengakui saat malam pergantian tahun atau saat awal tahun 2026 pengunjung wisata Pasir Putih Situbondo selalu membludak. Seluruh garis pantai akan dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Bondowoso, Jember dan Lumajang.
Selama ini, sambung Nurul, wisata bahari pasir putih memang jadi tujuan utama wisatawan datang ke Situbondo. Selain pasirnya yang putih, pantainya juga jernih dan tenang cocok untuk berlibur bersama keluarga.
“Kalau disini bisa bermain di pantai sepuasnya, bisa mandi dan bermain di pantai,” papar Nurul.
Nurul mengakui setiap musim libur panjang selalu rutin berkunjung ke pusat wisata andalan masyarakat Situbondo yakni wisata bahari Pasir Putih. Nurul membawa anak, isteri serta kerabat dekat berangkat dari Jember.
“Selain memiliki pemandangan yang indah, wisata bahari Pasir Putih juga memiliki ombak yang tenang dan banyak memiliki terumbu karang. Anak anak saya suka berkunjung kesini,” pungkas Nurul. [awi.gat]

