Gresik, Bhirawa — Jembatan penghubung Desa Ngimboh, Kecamatan Ujungpangkah menuju Kecamatan Panceng, yang sebelumnya rusak parah akibat abrasi dan arus laut yang kuat, kini telah berdiri kokoh dan diresmikan oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Pembangunan jembatan ini sepenuhnya dibiayai melalui dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT Orela Shipyard dengan total anggaran hampir Rp700 juta.
“Ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta. PT Orela Shipyard turun tangan melalui dana CSR hingga pembangunan jembatan ini tuntas,” ujar Bupati Fandi.
Pembangunan bermula dari laporan masyarakat dan Camat Ujungpangkah terkait kondisi jembatan yang semakin memburuk dan mengganggu akses warga menuju Kecamatan Panceng. Seluruh proses pengerjaan dilakukan langsung oleh PT Orela Shipyard, tanpa beban anggaran pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menjelaskan jembatan tidak hanya diperbaiki, melainkan dibangun ulang dengan konstruksi baru dan diperlebar dari 5 meter menjadi 8 meter. Hal ini menjamin kekuatan struktur sekaligus kesiapan jika nanti dilakukan pelebaran jalan di kawasan tersebut. “Konstruksi baru jauh lebih kuat, mengingat lokasinya rentan abrasi saat air laut pasang,” terangnya.
Dhiannita menambahkan, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi solusi mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendesak. Masih terdapat sejumlah jembatan di Gresik yang memerlukan penanganan, baik karena usia maupun kerusakan, dan pembangunan secara bertahap tetap berjalan.
“Melalui kemitraan seperti ini, kebutuhan masyarakat yang seharusnya menunggu lama dapat terpenuhi lebih cepat,” pungkasnya. [kim.kt]


