25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Bulog Mojokerto Salurkan 200 Ribu Liter Minyakita ke Jombang

Jombang, Bhirawa
Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto menyalurkan sebanyak 200.000 liter Minyakita serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Jombang. Intervensi pasar ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri 2026.

Pinca Bulog Mojokerto, Muhammad Husin mengatakan, kegiatan pemantauan langsung di Pasar Pon Jombang merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat melalui Bappanas dan Kementerian Perdagangan.

Di Pasar Pon Jombang, Bulog telah mendistribusikan sekitar 8.000 liter Minyakita ke 13 kios pedagang sesuai permintaan. “Untuk bulan Januari ini kami menyiapkan stok sekitar 200 ribu liter dan jumlah tersebut akan terus ditambah,” kata Muhammad Husin, Sabtu (24/01). “Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan Minyakita kami pastikan aman,” imbuhnya.

Bulog juga menyalurkan beras SPHP untuk menahan laju kenaikan harga beras di pasaran. Berdasarkan regulasi terbaru, yakni Permendag Nomor 43 Tahun 2025, Bulog kini diperbolehkan menyalurkan Minyakita langsung ke pengecer tanpa melalui distributor tingkat dua.

Kebijakan ini dinilai mampu memangkas rantai distribusi sehingga harga jual ke konsumen menjadi lebih terkendali dan merata. Pada kegiatan pengawasan tersebut, petugas memastikan harga jual di tingkat pedagang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Minyakita dijual Rp15.700 per liter, dan beras SPHP dijual dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, masih di bawah HET maksimal Rp62.500.

Berita Terkait :  Serah Terima Jabatan Bupati dan Wabup Tulungagung Besok Setelah Salat Tarawih

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, Suwigyo, menyampaikan, pengawasan harga dilakukan secara rutin untuk mencegah praktik permainan harga di pasar. “Kami lakukan pemantauan setiap hari. Jika ada pedagang yang mencoba memainkan harga, tentu akan kami tindak,” tandasnya.

Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Jombang, Hikha Ratri Widyasanti mengatakan, penyaluran beras SPHP memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga. “Rata-rata satu toko menyerap sekitar dua ton beras per minggu. Dengan 13 toko di satu pasar, total penyerapan mencapai 26 ton dalam sepekan,” ungkapnya. “Ini sangat efektif menekan kenaikan harga beras yang sempat terjadi,” pungkasnya.[rif.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru