Pemprov, Bhirawa
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Timur menjalin kerja sama dengan enam perguruan tinggi untuk melaksanakan sejumlah penelitian strategis.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan kesepakatan pendanaan riset yang bersumber dari anggaran pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Jatim dengan total nilai mencapai Rp2 miliar. Jumat, (13/3) pekan lalu.
Kepala BRIDA Jatim, Andriyanto, menjelaskan pendanaan dialokasikan untuk 10 judul penelitian yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi, Langkah ini dilakukan supaya riset dihasilkan memiliki kualitas akademik yang kuat serta sesuai dengan metodologi keilmuan.
“Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, pokir bisa benar-benar termanfaatkan dengan baik melalui riset yang dilakukan kampus,” ujarnya.
Andriyanto menyampaikan terdapat dua hal utama yang dari penelitian yang didanai melalui pokir tersebut, pertama hasil riset harus memberikan manfaat nyata, kedua penelitian harus memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Pertama paling penting harus bermanfaat, kedua jangan sampai hanya menempel atau sekadar gimmick saja, tetapi benar-benar bisa terimplementasi di masyarakat,” ucappnya.
Salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan pendanaan riset adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dosen Teknik Kimia Industri Fakultas Vokasi ITS, Wahyu Tri Amalia, mengatakan bahwa kampusnya memperoleh pendanaan untuk dua penelitian.
Wahyu menjelaskan, penelitian pertama berkaitan dengan ketahanan energi melalui pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif berupa bioetanol.
“Untuk dana pokir tersebut kami mendapatkan dua judul penelitian, pertama terkait ketahanan energi, yaitu mengolah limbah menjadi energi alternatif berupa bioethanol, penelitian kedua berkaitan dengan ketahanan pangan melalui pemanfaatan tanaman sorgum sebagai bahan pengganti tepung terigu,” ungkapnya.
Adapun enam perguruan tinggi yang menerima hibah pokir untuk penelitian tersebut yakni Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Jember (Unej), Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, serta Universitas Budi Utomo Malang.
Masing-masing penelitian mendapatkan pendanaan berkisar antara Rp200 juta hingga Rp250 juta per judul riset. Melalui kolaborasi ini, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur. [ren.gat]


