Pemkot Kediri, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,37 persen pada Januari 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh normalisasi harga sejumlah bahan pangan serta penyesuaian harga di sektor transportasi dan energi pasca libur akhir tahun.
Fungsional BPS Kota Kediri, Hilda Okta, menjelaskan bahwa penurunan harga pada Januari dipicu oleh turunnya harga beberapa komoditas pangan strategis. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Selain itu, harga sejumlah sayuran seperti kangkung, bayam, tomat, dan sawi hijau juga mengalami penurunan.
“Deflasi Januari dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi di awal tahun, turunnya tarif pesawat setelah libur Natal dan Tahun Baru, serta kembalinya harga daging ayam dan telur ke level normal,” ujar Hilda, Selasa (3/2).
Meski demikian, BPS mencatat masih terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan tekanan inflasi. Beberapa di antaranya adalah emas perhiasan, bawang putih, rokok, buah-buahan, biaya kontrak rumah, serta hiburan seperti bioskop. Kenaikan harga bawang putih dipicu oleh belum terealisasinya impor dari negara produsen, sementara harga emas terdampak kondisi pasar global.
Memasuki Februari, BPS mengingatkan adanya potensi kenaikan harga seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada momen Tahun Baru Imlek dan awal bulan Ramadan. Peningkatan permintaan diperkirakan terjadi pada komoditas beras, daging ayam, telur, dan bahan pangan lainnya.
“Perlu perhatian terhadap ketersediaan bahan pangan, karena pada Februari terdapat perayaan Imlek dan persiapan Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat,” jelas Hilda.
Selain itu, adanya akhir pekan panjang di pertengahan Februari diperkirakan akan mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, yang berpotensi menambah kebutuhan konsumsi. BPS juga mewaspadai kemungkinan penyesuaian harga BBM serta dampak kondisi global terhadap pergerakan harga emas.
Hilda mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying menjelang Ramadan. Menurutnya, stabilitas harga akan lebih mudah dijaga apabila konsumsi dilakukan sesuai kebutuhan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panic buying. Diharapkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri dapat menjaga stabilitas harga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, menilai deflasi pada Januari merupakan kondisi yang wajar dan kerap terjadi setiap tahun. Ia menyebut, tingginya permintaan pada Desember akibat Natal dan Tahun Baru biasanya diikuti penurunan harga pada Januari.
“Pada Desember harga pangan cenderung meningkat karena kebutuhan Natal dan Tahun Baru. Memasuki Januari, permintaan kembali normal sehingga harga ikut menurun,” kata Bambang.
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri dijadwalkan menggelar High Level Meeting (HLM). Pertemuan tersebut bertujuan menyinergikan langkah antar instansi agar pasokan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau hingga Lebaran.[van.nov.ca]

