26 C
Sidoarjo
Friday, March 27, 2026
spot_img

BPS Jatim: Cabai hingga Beras Picu Inflasi 0,95 Persen pada Februari

Surabaya, Bhirawa

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,95 persen persen (month-to-month/mtm) di Jawa Timur (Jatim) pada Februari 2026 karena naiknya harga cabai rawit hingga beras.

Secara rinci, komoditas yang mendorong inflasi itu meliputi cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, beras, cabai merah, mobil, sigaret kretek mesin (SKM), jeruk, sepeda motor, dan jagung manis.

“Komoditas utama pendorong inflasi Februari yaitu cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri saat konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur, Senin.

Ike menjelaskan pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada 19 Februari, sehingga mendorong peningkatan permintaan terhadap beberapa jenis bahan pangan.

Berbagai kegiatan keagamaan maupun tradisi digelar dalam rangka memperingati kedua momen tersebut seperti tradisi megengan juga mendorong permintaan komoditas pangan, sehingga harga bahan pangan naik pada Februari 2026 dan memicu inflasi.

Selain itu, naiknya harga komoditas juga didorong oleh curah hujan di Jawa Timur selama Februari 2026 yang dalam kategori menengah dan tinggi, sehingga menyebabkan gangguan pada jumlah serta kualitas hasil panen serta proses distribusi beberapa komoditas pangan.

Kemudian, kebijakan PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) umum serta adanya kebijakan terkait diskon tarif PT PLN (Persero) turut memberikan pengaruh terhadap besarnya nilai inflasi Februari 2026.

Berita Terkait :  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Gelar Donor Darah FESyar

Untuk harga emas, meskipun sempat mengalami penurunan pada awal Februari 2026, namun kembali meningkat dan relatif stabil hingga akhir Februari 2026, sehingga secara rata-rata harga pada Februari tetap lebih tinggi dibanding Januari 2026 dan berkontribusi terhadap inflasi.

Secara detil, untuk cabai rawit mengalami inflasi mencapai 63,73 persen dengan andil terhadap inflasi keseluruhan sebesar 0,23 persen, sedangkan daging ayam ras mengalami inflasi 9,34 persen dengan andil 0,17 persen.

Selanjutnya, bawang merah mengalami inflasi 6,82 persen persen dengan andil 0,03 persen, emas perhiasan mengalami inflasi 8,26 persen dengan andil 0,2 persen, dan angkutan udara mengalami inflasi 3,6 persen dengan andil 0,05 persen.

Berikutnya telur ayam ras turut mengalami inflasi 4,32 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,04 persen, serta beras yang mengalami inflasi 0,41 persen dengan andil 0,02 persen.

Dengan terjadinya inflasi pada Februari maka inflasi tahun ke tahun (yoy) Februari 2026 terhadap Februari 2025 sebesar 4,88 persen sedangkan inflasi tahun kalender yakni Februari 2026 terhadap Desember 2025 sebesar 0,74 persen.

Dari 11 kabupaten/kota seluruhnya mengalami inflasi dengan tertinggi terjadi di Sumenep 6,37 persen dan terendah terjadi di Gresik sebesar 3,96 persen.

Kemudian, inflasi kota/kabupaten lain meliputi Kediri 5,22 persen, Surabaya 5,11 persen, Tulungagung 5,06 persen, Probolinggo 5,44 persen, Jember 4,86 persen, dan Malang 4,81 persen, Bojonegoro 4,69 persen, Banyuwangi 4,47 persen, dan Madiun 4,4 persen. [ant.kt]

Berita Terkait :  SIG Gandeng Taiheiyo Cement Corporation Ekspansi Bisnis Soil Stabilization

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!