Personel BPBD Tulungagung, TNI/Polri dan warga setempat saat melakukan evakuasi pohon trembesi raksasa yang menimpa rumah Winaryo, Kamis (29/1).
Tulungagung, Bhirawa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung melakukan evakuasi pohon trembesi berukuran besar yang tumbang dan menimpa rumah milik Winaryo, warga Dusun Cluwok Desa Bono Kecamatan Boyolangu, Kamis (29/1). Evakuasi dilakukan bersama dengan aparat TNI/Polri dan warga setempat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tulungagung, Teguh Abianto, menyatakan evakuasi dan pembersihan batang dan dahan pohon dari atap rumah diperkirakan akan berlangsung selama sehari.
“Sehari ini, Kamis (29/1), diperkirakan sudah selesai. Kami mengerahkan Dalops BPBD,” ujarnya.
Ia selanjutnya menyebut, kejadian pohon berukuran raksasa berdiameter sekitar satu meter dan tinggi 15 meter itu tumbang menimpa rumah Winaryo terjadi pada Rabu (28/1) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu terjadi angin kencang yang disertai hujan.
“Sore kemarin kami langsung juga ke lokasi kejadian tetapi tidak bisa langsung melakukan evakuasi pohon yang tumbang. Sesuai asesmen evakuasi dan pembersihan baru bisa dilakukan pada hari ini, Kamis (29/1),” paparnya.
Teguh membeberkan jika hanya rumah milik Winaryo yang terdampak dari bencana angin kencang. Sedang rumah warga lainnya di Dusun Cluwok Desa Bono tidak sampai terdampak. “Jadi hanya satu rumah saja yang rusak. Rusaknya cukup berat di atap bagian utama rumah,” tuturnya.
BPBD Kabupaten Tulungagung rencananya akan memberikan bantuan material pada Winaryo usai dilakukan evakuasi dan pembersihan pohon yang tumbang. Utamanya pemberian bantuan genteng.
“Nanti kami inventarisasi kerusakan apa yang terjadi. BPBD akan bantu misalnya genteng,” paparnya lagi.
Petugas BPBD Tulungagung, TNI/Poilri dan masyarakat setempat tampak cukup kesulitan untuk mengevakuasi pohon trembesi berukuran raksasa itu. Namun demikian, mereka tetap bersemangat melakukan pemotongan sejumlah dahan pohon yang menimpa atap rumah dengan alat gergaji mesin sedikit demi sedikit.
Lebih lanjut, Teguh mengungkapkan pula jika saat kejadian tumbangnya pohon trembesi di Dusun Cluwok Desa Bono, di waktu yang sama terjadi hal yang sama di Desa Sukorejo Wetan Kecamatan Rejotangan.
“Ada salah satu rumah di Desa Sukorejo Wetan yang juga rusak. Tetapi karena banjir. Rusaknya lebih ringan dibanding yang terjadi di Dusun Cluwok. Dan banjirnya juga langsung surut,” pungkasnya. (wed.hel)

