BPBD Jatim, Bhirawa
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang.
Data BMKG Juanda menyebutkan, saat ini wilayah Jawa Timur memasuki pancaroba dan berpotensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Gatot mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu ini, membawa serta potensi bencana alam yang harus diwaspadai seluruh masyarakat. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri dan lingkungan.
“Saat ini kita berada di era di mana masa pancaroba peralihan ke musim hujan. Oleh karena itu, kami meminta kepada warga Jawa Timur, khususnya yang bermukim di pinggir sungai dan juga lereng-lereng gunung, untuk berhati-hati akan potensi ancaman banjir maupun longsor,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Rabu (19/11).
Kepada Bhirawa, Gatot menjelaskan, kunci utama dalam menghadapi bencana adalah kesadaran kolektif dan tindakan pencegahan dini. Masyarakat diminta untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi praktis di lingkungan masing-masing.
Mitigasi ini, lanjutnya, dengan stop membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran air (selokan). Dan yang terpenting juga, mari kita jaga lingkungan agar fungsi sungai dan selokan kembali optimal.
“Bagi masyarkat yang tinggal di lereng perbukitan, mohon untuk selalu waspada. Jika hujan turun secara terus-menerus lebih dari satu jam, segera periksa kondisi lingkungan anda. Ini sebagai antisipasi terhadap potensi ancaman longsor maupun banjir bandang yang bisa datang tiba-tiba,” imbaunya.
Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat untuk lebih berhari-hati saat berteduh dari hujan. Yaitu dengan selalu waspada dan memperhatikan tempat dimana berteduh. Khususnya saat mereka sedang berteduh di luar ruangan, seperti di bawah pohon.
“Kesadaran masyarakat juga penting dalam hal memperhatikan tempat-tempat di saat mereka berteduh. Lihatlah sekeliling tempat anda berteduh, sehingga terhindar dari ancaman rubuhnya pohon, patahnya ranting ataupun kejatuhan genteng maupun barang yang berada di atas tempat berteduh,” pesannya.
Gatot menegaskan, masyarakat juga diimbau akan ancaman bencana hidrometeorologi lainnya. Yaitu seperti angin puting beliung yanh bisa terjadi sewaktu-waktu dan di mana saja. Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama akan ancaman bencana hidrometeorologi.
“Jangan tunggu bencana datang baru bertindak. Mari kita jaga Jawa Timur agar tetap aman dan terhindar dari dampak buruk musim hujan. Kewaspadaan anda hari ini adalah keselamatan kita bersama,” pungkasnya. [bed.gat]

