Surabaya, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengawali pelaksanaan kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tahun 2026 di SMAN 1 Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Senin (9/2).
Kegiatan yang berlangsung hingga Selasa (10/2) ini dibuka oleh anggota Komisi A DPRD Jawa Timur. Pembukaan kegiatan SPAB tersebut dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto dan dibuka langsung oleh anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Sumardi.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur Deni Kiki Melia Tamara serta Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD setempat, Parmanto.
Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto dalam sambutannya menyampaikan pada tahun 2026 BPBD Jawa Timur akan melaksanakan kegiatan SPAB di lima sekolah yang tersebar di tiga daerah, yakni Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Tuban.
“Pelaksanaan SPAB dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas kebencanaan di lingkungan sekolah, meliputi siswa, guru, dan tenaga kependidikan, terutama di tengah tingginya potensi bencana di Jawa Timur,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, potensi bencana di Jawa Timur masih cukup tinggi, yang ditandai dengan cuaca ekstrem dan kerap memicu kejadian angin kencang, banjir, serta tanah longsor.
“Karena masih banyaknya potensi bencana di Jatim, maka dibutuhkan upaya peningkatan kapasitas di lingkungan sekolah dengan cara mengenali bahayanya, kurangi risikonya dan menyiapkan strategi penanganannya,” pesannya.
Sementara itu, anggota DPRD Jawa Timur Sumardi saat membuka kegiatan ini meminta seluruh warga sekolah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengapresiasi langkah BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Mojokerto dalam upaya pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas kebencanaan di lingkungan sekolah.
“Kami berharap apa yang diberikan Tim BPBD selama kegiatan SPAB ini bisa ditularkan kepada siswa-siswa lain, bahkan kalau bisa kepada keluarga dan saudara terdekat,” harapnya.
Selama pelaksanaan kegiatan SPAB, peserta menerima sejumlah materi, mulai dari pengenalan berbagai jenis bencana, penyusunan dokumen SPAB, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), hingga simulasi evakuasi bencana gempa bumi dan pemadaman kebakaran.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis berupa rambu jalur evakuasi, rambu titik kumpul, Majalah Tangguh, serta buku saku kebencanaan. [fir.kt]

