25 C
Sidoarjo
Wednesday, July 24, 2024
spot_img

BNNP Jatim Catat Peredaran Narkoba Didominasi Lewat Jasa Ekspedisi

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol M Aris Purnomo.

Hasil Ungkap Periode Januari-Juni 2024

BNNP Jatim, Bhirawa.
Sepanjang Januari hingga 19 Juni 2024, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim mengungkap sebanyak 15 kasus narkotika. Dari jumlah tersebut, BNNP Jatim mencatat pergerakan peredaran gelap narkotika didominasi pengirimannya melalui jasa ekspedisi.

“Kebanyakan hasil ungkap kita ini modusnya pengiriman melalui paket-paket. Untuk modus yang lain-lain kita belum ungkap, tapi akan terus kita dalami,” kata Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol M Aris Purnomo, Kamis (27/6).

Dari 15 kasus, Aris menjelaskan, sebanyak 26 orang pelaku ditahan. Mereka terdiri dari 23 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Dengan barang bukti narkotika jenis sabu 1.240,14 gram; ganja seberat 2.573,65 gram dan 27 butir pil ekstasi.

Pihaknya pun terus memantau pergerakan peredaran gelap narkotika yang diedarkan dan dikirim melalui jasa ekspedisi. Tentunya dengan kerja sama semua pihak dan elemen masyarakat, Aris yakin peredaran gelap narkotika di Jatim dapat ditekan seminim mungkin.

“Intinya kita coba untuk memantau jasa ekspedisi yang sering disalahgunakan dalam hal pengiriman. Kami juga akan meningkatkan pengawasan dan meminta jada ekpedisi untuk lebih waspada (mengirimkan barang, red),” tegasnya.

Disinggung terkait Jatim peringkat kedua secara nasional sebagai kawasan rawan narkoba, Aris tak menampik hal itu. Menurutnya, Jawa Timur penduduknya sangat banyak dan wilayahnya luas. Serta penegak hukum di Jatim sangat profesional, sehingga banyak mengungkap kasus narkotika.

Berita Terkait :  KPK Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah di Jatim, Termasuk 3 Penyelenggara Negara

“Kalau di Medan itu jalurnya (peredaran). Di Jatim penegak hukum kita sangat intens, begitu mereka rajin menangkap dan mengungkap kasus narkoba, makanya banyak (terekspose),” ucapnya.

Alumnus Akpol 1988 ini menambahkan, pihaknya juga telah melakukan asesmen terpadu sebanyak 726 klien. Dengan capaian ini, pihaknya berharap bisa menunjukkan komitmen yang kuat dalam memerangi penyalahgunaan narkotika kepada Masyarakat Jawa Timur.

“Kami akan terus bekerja keras untuk menciptakan Jawa Timur yang bersih dari narkoba. Tentunya dengan dukungan media dan seluruh lapisan masyarakat. Salam Sehat dan Bahagia Tanpa Narkoba, Jatim Sangar,” pungkasnya. (bed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Berita Terbaru