Surabaya, Bhirawa
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menggelar Konsolidasi Nasional Andalan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (AKU) Tahun 2026 di Surabaya, Rabu (4/2).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran kelompok UPPKA dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) AKU, Ambar Rahayu, menegaskan pentingnya konsolidasi nasional sebagai forum penyamaan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan UPPKA.
“Konsolidasi ini kami maksudkan untuk menyatukan strategi sekaligus memperkuat arah pengembangan AKU ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan usaha di lapangan,” ujar Ambar Rahayu.
Ia menambahkan, selain membahas kebijakan dan peluang usaha, konsolidasi juga menekankan penguatan karakter pelaku UMKM binaan UPPKA agar mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
“Penguatan mentalitas, etos kerja, dan inovasi menjadi kunci agar usaha bisa terus berjalan dalam jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kemendukbangga/BKKBN yang diwakili Wahidah Paheng menyampaikan penguatan ekonomi keluarga merupakan salah satu fokus utama kementerian melalui pembinaan kelompok UPPKA dan PKK.
“Kami tidak hanya menyiapkan kebijakan dalam bentuk regulasi, tetapi juga berupaya terus mendampingi AKU dalam pembinaan kelompok PKK dan UPPKA di daerah,” ujar Wahidah.
Menurutnya, pendekatan pemberdayaan ekonomi keluarga kini juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan digitalisasi usaha.
“Penguatan literasi keuangan dan pelatihan usaha menjadi penting agar keluarga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tambahnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Maria Ernawati mengatakan, Jawa Timur dipilih sebagai lokasi konsolidasi nasional karena memiliki potensi besar dalam pengembangan kelompok UPPKA.
“Di Jawa Timur terdapat sekitar 36 ribu kelompok UPPKA yang telah beroperasi, serta ribuan kelompok PKK yang terus berkembang. Ini menjadi modal penting untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga,” ungkap Maria Ernawati.
Ia berharap, melalui konsolidasi nasional ini, kelompok UPPKA di daerah dapat semakin terarah dan mampu meningkatkan kualitas usaha yang dijalankan. [fir.kt]

