Surabaya, Bhirawa
Perkembangan pesat olahraga padel di Kota Surabaya tidak hanya menggairahkan dunia olahraga lokal, tetapi juga diyakini menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadiran ratusan venue dan lapangan padel yang tersebar di Kota Pahlawan menjadi bukti konkret tingginya minat masyarakat sekaligus tingginya nilai investasi pada cabang olahraga ini.
Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Surabaya, drg. Bisukma Kurniawati, M.Kes, mengungkapkan bahwa masifnya pertumbuhan fasilitas padel membawa dampak pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian warga Surabaya.
 “Pertumbuhan ekonomi pasti terdorong karena hadirnya venue-venue ini membuka lapangan pekerjaan yang sangat luas. Wisatawan maupun atlet dari luar daerah pun berdatangan ke Surabaya,” kata Bisukma saat menghadiri pelantikan Pengkot Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Surabaya di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya, Minggu (27/9).
Ia menambahkan, potensi ekonomi tersebut akan semakin berlipat ganda apabila Kota Surabaya memanfaatkan kesiapan infrastrukturnya untuk menyelenggarakan kejuaraan tingkat internasional.
“Jika kita menggelar kompetisi skala internasional, perputaran ekonomi di Surabaya tentu akan semakin pesat. Dari sisi fasilitas dan ekosistem, Surabaya siap dan harus siap,” tegasnya.
Prestasi Porprov 2027
Selain memberikan dampak ekonomi positif, Pemkot Surabaya mendorong agar maraknya industri padel ini selaras dengan pencapaian prestasi para atlet lokal. Terlebih, Surabaya bersiap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Bisukma berharap kepengurusan cabang olahraga padel yang baru dilantik dapat memanfaatkan momentum besarnya antusiasme warga untuk menjaring serta membina talenta-talenta berbakat. Turnamen lokal seperti Surabaya Regional Competition (SRC) dinilai menjadi sarana pemanasan yang krusial.
“Kalau dilihat dari antusias masyarakat dengan ratusan venue, minat warga amat sangat besar. Kami berharap pengurus baru bisa mendorong prestasi sebaik mungkin. Ajang-ajang kompetisi ini menjadi pemanasan menuju Porprov 2027 agar atlet Surabaya bisa menyumbang medali emas terbanyak dan membawa kita menjadi juara umum di rumah sendiri,” pungkasnya.
Ditemui ditempat yang sama Dewan Penasihat PBPI Surabaya, Sandiaga Salahuddin Uno menekankan pentingnya membangun ekosistem padel yang solid agar dapat membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya beserta Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat dibutuhkan.
Ia juga mengatakan, olahraga padel merupakan salah satu cabang olahraga dengan tingkat pertumbuhan terpesat di dunia saat ini. Mengingat rekam jejak Indonesia yang kuat di olahraga raket seperti bulu tangkis, padel dinilai memiliki peluang besar untuk mencetak prestasi sekaligus berkembang pesat di tanah air.
“Surabaya ini salah satu kota yang memiliki venue padel terbanyak, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat Asia. Jika kita melihat negara seperti Tiongkok dan Jepang, kota-kota terbesar kedua mereka sudah biasa menggelar event dunia. Sudah saatnya kejuaraan dunia padel juga dihadirkan di Kota Surabaya,” ujar Sandiaga saat ditemui di Pelantikan PBPI Surabaya.
Sebagai Dewan Penasihat, Sandiaga berkomitmen untuk memastikan popularitas padel tidak sekadar menjadi tren sesaat, melainkan memberikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan (sustainable) bagi pembangunan ekonomi dan olahraga di Surabaya maupun Indonesia secara umum. wwn


