28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 30, 2026
spot_img

Beras Premium Mulai Waspada, Pemkot Kediri Perketat Pemantauan Harga

Pemkot Kediri, Bhirawa. – Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Kota Kediri masih relatif terkendali. Namun, Pemerintah Kota Kediri mulai memberi perhatian khusus terhadap harga beras premium yang masuk status waspada.

Pemantauan harga dan ketersediaan pangan dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri di Pasar Setono Betek. Hasil monitoring menunjukkan sejumlah komoditas mengalami kenaikan, tetapi masih dinilai dalam batas kewajaran.

Kepala DKPP Kota Kediri, Arief Cholisudin mengatakan, pemerintah tidak langsung menyimpulkan kenaikan harga sebagai gejolak. Pergerakan harga akan dipantau untuk melihat apakah kenaikan bersifat sementara atau terus berlanjut.

”Kalau ada perbedaan harga, kita tidak langsung menganggap ada gejolak. Terlebih dahulu kita pantau pergerakan harganya, apakah kenaikannya terus terjadi atau hanya fluktuasi. Kalau memang ada kecenderungan naik terus, baru kita bahas bersama TPID Kota Kediri,” jelas Cholisudin.

Berdasarkan monitoring 29 September 2026, minyak goreng curah naik dari Rp19.650 menjadi Rp19.800 per liter. Bawang merah naik dari Rp26.667 menjadi Rp29.000 per kilogram, bawang putih bonggol dari Rp29.333 menjadi Rp30 ribu per kilogram, serta cabai rawit merah dari Rp70 ribu menjadi Rp70.667 per kilogram.

Sebaliknya, sejumlah komoditas mengalami penurunan. Harga daging ayam ras turun dari Rp40.333 menjadi Rp39.500 per kilogram. Cabai merah besar turun dari Rp31.333 menjadi Rp30.667 per kilogram dan cabai merah keriting dari Rp48 ribu menjadi Rp46 ribu per kilogram.

Berita Terkait :  Pansus DPRD Surabaya Perkuat Regulasi Peran RPH di Standarisasi Pemotongan Hewan

Sementara harga beras premium tercatat Rp15.050 per kilogram, beras medium Rp13.183 per kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, Minyakita Rp15.700 per liter, daging sapi Rp127.500 per kilogram dan telur ayam ras Rp24.833 per kilogram.

Cholisudin menyebut beras premium menjadi komoditas yang perlu mendapat perhatian karena berstatus waspada. Meski demikian, Pemkot Kediri belum mengambil langkah operasi pasar dan masih menunggu perkembangan harga dalam beberapa hari ke depan.

”Untuk beras premium, statusnya waspada sehingga pemantauan akan kami perketat. Tetapi tidak langsung operasi pasar. Kami akan melihat pergerakannya beberapa hari ke depan dan membahasnya bersama TPID,” ujarnya.

Menurut Cholisudin, data terkait perkembangan harga dan faktor penyebabnya akan dikumpulkan sebelum pemerintah menentukan kebijakan. Pemkot juga berkoordinasi dengan Perumda Pasar Joyoboyo serta memantau kondisi transportasi dan distribusi yang dapat memengaruhi harga.

Di sisi lain, masyarakat diimbau berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Imbauan ini sejalan dengan Surat Edaran Wali Kota Kediri tentang gerakan ‘Stop Boros Pangan’ untuk mendorong masyarakat lebih bijak dalam membeli dan mengonsumsi bahan pangan. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!