Sidoarjo, Bhirawa
Teaching Factory (TeFa) Resto dan Catering Pawon Satu SMKN 1 Buduran diresmikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Peresmian ini menjadi wujud nyata komitmen Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dalam memperkuat pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri (DUDI).
Peresmian TeFa Pawon Satu dan Cafe Satu menandai langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga menitikberatkan pada praktik langsung sesuai standar industri.
Dalam sambutannya, Aries menyebut, dalam TeFa peserta didik dibekali pengalaman secara rill dalam proses produksi, pelayanan, hingga oengelaan usaha secara profesional. TeFa, lanjut Kadindik, dirancang sebagai ruang belajar produktif bagi peserta didik, khususnya pada kompetensi keahlian kuliner dan layanan usaha.
“Pawon Satu dan Cafe Satu menjadi media pembelajaran yang mengintegrasikan aspek akademik dengan praktik, sekaligus melatih keterampilan teknis dan nonteknis peserta didik,”ungkap Aries, Kamis (8/1).
Mantan Pj Wali Kota Batu ini mengeskan kehadiran Teaching Factory merupakan jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia industri. Ia menilai SMKN 1 Buduran telah menunjukkan kesiapan sarana, konsep pembelajaran, serta komitmen kuat dalam mengembangkan kompetensi peserta didik.
“Melalui TeFa ini, diharapkan murid-murid memiliki keterampilan yang tidak hanya dikembangkan melalui proses akademik, tetapi juga melalui praktik. Saya melihat di sini fasilitasnya sudah lengkap, akademik yang menunjang dan diiringi dengan proses praktik pada setiap kompetensi. Harapannya, tempat ini menjadi wadah bagi siswa untuk menempah ilmu dan pengalaman sebelum terjun langsung ke dunia industri,” ujarny.
Ia menambahkan, pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap kerja. Oleh karena itu, Teaching Factory menjadi instrumen strategis dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.
Pawon Satu dan Cafe Satu tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktik pembelajaran, tetapi juga sebagai unit produksi yang melatih jiwa kewirausahaan, kedisiplinan, kerja sama tim, serta tanggung jawab profesional peserta didik sejak dini.
Usai peresmian TeFa, kegiatan dilanjutkan dengan agenda Coffee Morning bersama jajaran manajemen sekolah dan peserta didik di lingkungan SMKN 1 Buduran. Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai interaksi antara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan warga sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Aries berkesempatan mencicipi langsung sekaligus memborong berbagai produk bakery hasil karya siswa. Produk yang disajikan merupakan hasil pembelajaran berbasis Teaching Factory yang dirancang menyerupai standar produksi industri, baik dari sisi rasa, tampilan, maupun pengemasan.
“Rasanya tidak kalah dengan hidangan yang disajikan di restoran maupun hotel-hotel di industri. Biasanya saya tidak mengonsumsi gorengan di pagi hari, namun karena melihat langsung proses pengolahannya di dapur, saya jadi tertarik untuk mencicipi gorengan olahan anak-anak ini di pagi hari,” ungkap Aries.
Menurutnya, kualitas produk yang dihasilkan menunjukkan bahwa pembelajaran vokasi yang dilaksanakan telah berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Hal ini menjadi bukti bahwa peserta didik mampu menghasilkan produk bernilai jual melalui proses pembelajaran yang terstruktur dan terstandar.
Aries juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan manajemen sekolah atas komitmen dalam menghadirkan pembelajaran vokasi yang inovatif dan berkelanjutan. Ia berharap SMKN 1 Buduran dapat terus mengembangkan Teaching Factory sebagai pusat pembelajaran berbasis produksi.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus mendorong satuan pendidikan vokasi untuk mengoptimalkan Teaching Factory sebagai sarana penguatan kompetensi, pengembangan karakter kerja, serta peningkatan daya saing lulusan.
Melalui peresmian TEFA Pawon Satu dan Cafe Satu ini, diharapkan SMKN 1 Buduran mampu menjadi contoh praktik baik pengembangan pendidikan vokasi di Jawa Timur, yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga siap berwirausaha dan berdaya saing di masa depan. [ina.wwn]

