Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat ia mengikuti presentasi Anugerah Kebudayaan (AK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang digelar di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (9/1).
Jakarta, Bhirawa
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, membuktikan komitmennya dalam menjaga marwah budaya Bumi Arema di tingkat nasional. Hal ini terlihat saat ia mengikuti presentasi Anugerah Kebudayaan (AK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang digelar di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Jumat (9/1).
Membuka presentasi dengan pekikan khas “Salam Satu Jiwa”, Wahyu Hidayat berhasil menarik perhatian dewan juri yang diisi oleh tokoh-tokoh besar seperti budayawan Sudjiwo Tejo, Dr. Nungki Kusumastuti, Agus Dermawan T, dan Yusuf Susilo Hartono.
Dalam paparannya, Wali Kota Wahyu menekankan bahwa Kota Malang kini bukan sekadar kota pendidikan, melainkan telah bertransformasi menjadi Kota Kreatif Dunia UNESCO bidang Media Arts sejak akhir 2025. Status internasional ini menjadi pilar utama dalam pemajuan kebudayaan yang berbasis pada teknologi dan kreativitas anak muda.
“Kota Malang memiliki kekuatan budaya yang lengkap. Mulai dari warisan sejarah, seni pertunjukan, hingga kuliner tradisional. Semua ini didukung oleh ekosistem kreatif yang aktif dan inovatif,” ujar Wahyu di hadapan tim penilai.
Satu program yang menjadi sorotan tajam adalah Program 1.000 Event. Program ini digagas untuk menghidupkan kembali ruang-ruang publik melalui festival seni dan pameran kreatif yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat.
“Saya mengusung prinsip ‘Menolak Lupa’. Kami menghidupkan kembali kearifan lokal agar generasi muda Malang tidak kehilangan jati diri di tengah arus modernisasi,” tegasnya.
Menariknya, sesi tanya jawab berlangsung dinamis ketika Sudjiwo Tejo menanyakan rahasia kuatnya persaudaraan Arema dan Yusuf Susilo Hartono yang mengulik eksistensi Bahasa Walikan. Dengan lugas, Wahyu menjelaskan bahwa kultur Arema adalah tentang ikatan batin yang dipersatukan oleh satu semboyan abadi.
“Salam Satu Jiwa bukan sekadar sapaan, tapi identitas yang merekatkan persaudaraan Arema di mana pun berada. Begitu juga dengan Bahasa Walikan yang tetap kami lestarikan sebagai kekayaan linguistik asli Malang,” imbuh Wali Kota.
Kehadiran Wali Kota Wahyu Hidayat dalam ajang ini semakin menegaskan posisi Kota Malang sebagai daerah yang konsisten menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan ekonomi dan pariwisata.
Penghargaan Anugerah Kebudayaan PWI Pusat ini rencananya akan diserahkan secara resmi pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan berlangsung di Serang, Provinsi Banten. (mut.hel)

