Kab Probolinggo, Bhirawa
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Probolinggo tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur vital desa, diantaranya, Jembatan Sumber Bendo, Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, yang sempat terblokir akibat material bambu dan kayu besar kiriman dari arah selatan.
Debit air mulai naik sejak pukul 17.00 WIB dan terus naik mencapai puncaknya hingga pukul 22.30 WIB. Material bambu dan kayu tersangkut di badan jembatan hingga menutup akses penghubung antar desa.
”Malam hari ketika hujan mulai reda, warga gotong royong membersihkan bambu dan kayu yang menutup jembatan, lalu kami lanjutkan pagi harinya, bambu dan kayu yang menutupi jembatan ini kiriman dari selatan,” ujar Sudi (51), warga Ambulu.
Selain jembatan, BPBD mencatat sejumlah tanggul jebol, serta TPT ambruk di beberapa lokasi, yang berdampak langsung pada rumah warga. Di Kecamatan Pakuniran, TPT ambruk menimpa tembok rumah warga, sementara di wilayah lain longsor menyebabkan rumah tidak dapat dihuni.
Petugas BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pembersihan material, asesmen kerusakan, serta penyaluran bantuan darurat sambil menunggu langkah penanganan lanjutan, termasuk perbaikan infrastruktur yang rusak. [fir.fen]

