25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Antisipasi Super Flu, Pemkot Surabaya Perketat Skrining dan Siagakan Puskesmas

Pemkot Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan kondisi kesehatan terhadap potensi penyebaran virus super flu.

Super flu ialah sutu varian baru virus influenza, dimana belakangan dilaporkan telah masuk ke Indonesia dengan tingkat penularan yang sangat agresif Rabu, (7/1/2026)

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan saat belum ada laporan kasus di Kota Pahlawan, tapi langkah pencegahan tetap dilakukan, terutama bagi masyarakat melakukan aktivitas liburan, baik di dalam kota maupun yang baru kembali dari luar negeri.

“Saat ini belum ada laporan resmi, tapi tetap memberikan imbauan pada warga yang merayakan libur Nataru, bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, prosedur skrining telah diterapkan secara ketat, pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan suhu tubuh saat kedatangan, dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit, termasuk virus super flu, dan yang mobilitas dalam negeri pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga Kesehatan,” ujarnya.

Eri menjelaskan Pemkot Surabaya menyiagakan seluruh puskesmas untuk memperkuat koordinasi dengan rumah sakit, sluruh fasilitas kesehatan diminta segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, termasuk super flu, untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Jika pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu, harus segera dilaporkan supaya bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan,” tuturnya.

Eri berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri, Jjka merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.

Berita Terkait :  Jember Fashion Carnival Artwear 2025, Tampilkan Kemegahan Seni dan Fashion Mendunia

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengukapkan bahwa memperkuat edukasi dan promosi kesehatan pada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis, juga tarus koordinasi lintas sektor dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

“Jika ditemukan pasien dengan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya melalui sistem pelaporan resmi dalam waktu kurang dari 24 jam,” ungkap Nanik.

Nanik menambahkan gejala yang perlu diwaspadai seperti demam mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas, dan masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengakses informasi kesehatan dari kanal resmi pemerintah.

“Jika mengalami gejala flu yang berat atau tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk dan bersin, serta jaga daya tahan tubuh,” imbuhnya. (ren.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru