29 C
Sidoarjo
Monday, April 6, 2026
spot_img

Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PU SDA Jatim Lakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi

Surabaya, Bhirawa

Menghadapi dan mengantisipasi kemarau panjang yang diprediksi bakal melanda Provinsi Jawa Timur. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur merancang pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi yang tersebar di Jawa Timur.

Dinas PU SDA pada tahun 2026 ini rencana akan melakukan pekerjaan di 12 titik rehabilitasi jaringan irigasi dan ada 73 titik pekerjaan operasi serta pemeliharaan jaringan irigasi. Hal ini disampaikan oleh Ari Pudji Astono, Pelaksana Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas PU SDA Provinsi Jatim, Senin (6/4/2026).

Lebih lanjut Ari menjelaskan, di Tahun 2026 ini, pihaknya juga ada 15 paket perencanaan rehabilitasi serta pemeliharaan Jaringan Irigasi yang lokasinya tersebar di daerah irigasi kewenangan Provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Jadi kami sudah antisipasi untuk kemarau panjang yang diprediksi melanda Jatim,” ujarnya ketika dikonfirmasi Bhirawa.

Lebih lanjut, Ari menyampaikan jika Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Sumber Daya Air (PU SDA) telah melakukan langkah persiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026. 

“Upaya tersebut kami fokuskan pada dua hal utama. Pertama, penguatan peran Komisi Irigasi (KOMIR). Kedua, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur,” terangnya menambahkan.

Untuk Program KOMIR, sambung dia, Dinas PU SDA bersama Komisi Irigasi terus melaksanakan koordinasi lintas sektor guna memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan optimal.

Berita Terkait :  Pemilahan dari Sumbernya, Efektifkan Pengelolaan Sampah

“Dalam forum KOMIR, dilakukan sinkronisasi antara kebutuhan air irigasi dengan ketersediaan air, irigasi,” hemat Ari menjelaskan.

Selain itu, dalam program KOMIR juga dibahas pula strategi pengaturan distribusi air secara prioritas, terutama untuk daerah rawan kekeringan, serta penyesuaian rencana tata tanam agar selaras dengan kondisi hidrologis pada musim kemarau.

Sementara itu, terkait upaya koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang tertuang dalam hasil rapat koordinasi yang dilaksanakan pada 2 April 2026 di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur (Jatim), telah disepakati langkah-langkah konkret dalam mengantisipasi dampak kekeringan.

Di antaranya adalah penguatan sinergi antar perangkat daerah dalam mendukung sektor pertanian, penyesuaian pola tanam berbasis ketersediaan air, serta peningkatan kesiapsiagaan infrastruktur dan sarana pendukung air irigasi. Dinas PU SDA juga memastikan kesiapan operasional jaringan irigasi dan dukungan suplai air agar kebutuhan pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Dengan dua langkah tersebut, diharapkan pengelolaan air pada musim kemarau dapat berjalan efektif, sehingga risiko kekeringan, khususnya pada sektor pertanian, dapat diminimalkan,” pungkas Ari menutup. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!