27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Angkutan Khusus Pelajar di Kota Malang Segera Beroperasi


Kota Malang, Bhirawa
Pemkot Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan rencana pengoperasian angkutan khusus pelajar yang diproyeksikan mulai berjalan pada April 2026 mendatang. Program ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi siswa sekaligus memberdayakan sopir angkutan kota (mikrolet) di tengah tantangan transportasi modern.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, R.Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa saat ini proses regulasi sedang masuk tahap finalisasi Peraturan Wali Kota (Perwal). Program ini nantinya tidak menggunakan armada baru, melainkan memberdayakan 80 unit mikrolet eksisting yang selama ini beroperasi di jalur-jalur Kota Malang.

“Kami menggunakan mekanisme Buy the Service (BTS) atau beli layanan melalui kerja sama dengan koperasi angkutan. Untuk mendukung program ini, Pemkot Malang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar dalam setahun,” ujar Widjaja saat memberikan keterangan resmi.

Widjaja menegaskan bahwa meskipun menggunakan armada mikrolet, standar pelayanan akan ditingkatkan secara signifikan demi keamanan dan kenyamanan pelajar. Setiap armada yang terpilih wajib mengantongi dokumen lengkap seperti Kartu Pengawasan (KP), STNK yang aktif, serta lulus uji KIR.

Tak hanya kelayakan kendaraan, kedisiplinan pengemudi juga menjadi sorotan utama. “Driver diwajibkan menggunakan seragam resmi agar mudah dikenali. Selain itu, kami menerapkan aturan ketat, pengemudi dilarang keras merokok saat sedang bekerja mengantar jemput siswa,” tegasnya.

Namun demikian, pemerintah tetap memberikan ruang bagi para sopir untuk mencari penghasilan tambahan. Di luar jam operasional pelajar (pagi saat berangkat dan siang saat pulang sekolah), para pengemudi diperbolehkan kembali menarik penumpang umum seperti biasa.

Berita Terkait :  Incumbent Tak Respon, PPP Gresik Serahkan Surat Tugas Cabup ke Syahrul

Mengenai jalur yang akan dilalui, Dishub telah memetakan rute-rute strategis yang menyentuh kantong-kantong pendidikan dan pemukiman padat. Jalur tersebut akan mengikuti trayek eksisting yang sudah ada namun dioptimalkan untuk akses sekolah, antara lain: Zona Pendidikan Terpadu: Meliputi kawasan Jalan Veteran, Jalan Bandung, hingga Jalan Bogor yang menjadi pusat sekolah menengah. Zona Pusat Kota: Menjangkau sekolah-sekolah di area Alun-Alun Tugu dan sekitarnya. Lintasan Trayek Utama: Memanfaatkan rute gemuk seperti trayek LDG (Landungsari-Dinoyo-Gadang), GL (Gadang-Layo), AG (Arjosari-Gadang), serta GA (Gadang-Arjosari).

“Penentuan jalur ini didasarkan pada volume pelajar tertinggi agar efektivitas layanan benar-benar terasa. Kami ingin memastikan siswa bisa berangkat dan pulang sekolah dengan tepat waktu, aman, dan tanpa biaya tambahan bagi orang tua,” imbuh Widjaja.

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi bagi pelajar, tetapi juga menjadi angin segar bagi ekosistem angkutan kota di Malang agar tetap eksis dengan manajemen yang lebih profesional. Jika proses Perwal rampung sesuai jadwal, masyarakat dapat melihat angkutan khusus pelajar ini berlalu lalang di jalanan Kota Malang pada awal triwulan kedua tahun ini. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru