27 C
Sidoarjo
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Lahir dan Besar di Malaysia,  Mardi Lukas Mahasiswa Ikom Umsida Raih Juara di Qatar

Sidoarjo, Bhirawa. – Tak banyak yang menyangka, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) bisa dipercaya mengemudikan kendaraan listrik dalam kompetisi internasional.

Mardi Lukas membuktikan bahwa bidang kuliah bukan satu-satunya batas untuk mengembangkan kemampuan.

Lahir dan besar di Malaysia, Mardi kini menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan menjadi bagian dari IMEI Team yang meraih juara pertama kategori Prototype Motor Listrik dalam Shell Eco-Marathon Qatar 2026.

Perjalanan Mardi hingga sampai ke kompetisi internasional itu tidak berlangsung dalam satu langkah.

Sebelum menetap untuk kuliah di Sidoarjo, ia lebih dahulu menempuh pendidikan SMK di Madiun. Berpindah dari Malaysia ke Indonesia membuatnya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda, mulai dari bahasa sehari-hari hingga kebiasaan masyarakat.

Mardi mengaku sempat merasakan perbedaan cara orang berbicara di Madiun dan Sidoarjo. Baginya, bahasa yang digunakan masyarakat Madiun terdengar lebih halus, sedangkan bahasa di Sidoarjo terasa lebih keras.

Ia juga perlu membiasakan diri dengan kebiasaan berkendara dan cita rasa makanan di Jawa yang cenderung manis atau asam.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses adaptasinya selama tinggal di Indonesia. Di tengah lingkungan baru, Mardi tetap melanjutkan pendidikan sekaligus mencari pengalaman melalui kegiatan di luar perkuliahan.

Di kampus, Mardi bergabung dengan IMEI Team pada divisi Creative Media yang berfokus pada bidang nonteknis.

Namun, keterlibatannya dalam tim tidak berhenti pada pekerjaan kreatif. Ia justru mendapat kepercayaan untuk menjadi pengemudi kendaraan listrik dalam kompetisi.

Peran tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi itu. Bidang yang dipelajarinya di bangku kuliah tidak berkaitan langsung dengan aspek teknis kendaraan listrik.

Meski begitu, kesempatan tersebut membawanya terlibat dalam proses yang berbeda dari kegiatan perkuliahan sehari-hari.

Sebelum berlaga di Qatar, Mardi bersama IMEI Team juga mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025 dan meraih juara kedua.

Pengalaman itu menjadi salah satu bagian dari perjalanan tim sebelum kembali berkompetisi di tingkat internasional.

Di balik pencapaiannya, Mardi harus membagi waktu antara kuliah, pekerjaan, organisasi, dan persiapan kompetisi.

Ia menjalani kegiatan tersebut secara bersamaan dengan tetap berusaha menjaga kondisi tubuh agar tidak tumbang di tengah kesibukan.

Dukungan lingkungan kampus dan teman-teman turut menjadi bagian dari perjalanannya. Meski berada di luar bidang studi yang ditekuni, Mardi merasa mendapat kesempatan untuk belajar dan mengambil tanggung jawab baru.

Ia juga pernah mendengar anggapan bahwa dirinya bukan mahasiswa teknik. Namun, keterlibatannya dalam tim menunjukkan bahwa kontribusi seseorang tidak selalu ditentukan oleh program studi yang diambil.

Keberhasilan meraih juara pertama di Qatar menjadi pencapaian yang membekas bagi Mardi. Ia mengaku bangga bisa mengikuti kompetisi tersebut dan membawa pulang hasil terbaik bersama timnya.

Baginya, pengalaman itu bukan sekadar kesempatan pergi ke luar negeri, melainkan perjalanan untuk membuktikan kemampuan dalam bidang yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

“Kalau dibilang rasa, ya pasti bangga banget bisa ke Qatar bukan untuk healing, tetapi lomba dan juara satu. Menurut saya, itu suatu pencapaian yang besar dalam diri. Meskipun saya tidak berjuang sendiri, bersama tim kami bisa,” ungkap Mardi.

Ia juga mengaku tidak menyangka tim dari perguruan tinggi swasta dapat meraih prestasi di kompetisi internasional.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi meskipun berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda.

Bagi Mardi, pencapaian itu bukan alasan untuk berhenti berusaha. Ia justru ingin mahasiswa lain berani menyelesaikan apa yang telah dimulai dan tidak merasa rendah diri ketika berasal dari perguruan tinggi swasta.

“Tetap semangat buat menyelesaikan yang sudah dimulai, karena itu adalah persembahan terbaik untuk orang tua kita. Buat teman-teman yang mengejar prestasi, terutama untuk yang swasta, jangan pernah minder untuk berprestasi. Buktikan kalau berprestasi tidak harus dari kampus negeri,” pesannya. (kus/mg18)

Berita Terkait :  Teriak Minta Tolong, Layanan 110 Polres Blitar Kota Dprank Siswa SMP

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!