28 C
Sidoarjo
Sunday, April 5, 2026
spot_img

Keputusan Tepat, Batalkan Daring dan Prioritaskan Tatap Muka

Saya menulis surat ini sebagai respons positif terhadap berita yang beredar mengenai pembatalan wacana sekolah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sempat direncanakan pada April 2026 ini.

Sebagai orang tua siswa, saya merasa lega dan sangat mengapresiasi keputusan pemerintah-yang disampaikan melalui Menko PMK Pratikno-untuk tetap memprioritaskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

Keputusan ini adalah langkah yang sangat tepat. Wacana untuk kembali daring, yang kabarnya sempat dipertimbangkan karena alasan efisiensi atau kondisi tertentu, sebenarnya menimbulkan kekhawatiran besar bagi kami orang tua. Kita tidak bisa menutup mata bahwa pembelajaran daring, meskipun memiliki fleksibilitas, tidak dapat menggantikan peran interaksi langsung di kelas.

Pengalaman selama PJJ sebelumnya menunjukkan risiko nyata yang disebut learning loss (hilangnya kemampuan belajar). Interaksi sosial yang minim menyebabkan karakter siswa kurang terbentuk, disiplin menurun, dan pemahaman materi tidak maksimal. Sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu akademik, melainkan tempat persemaian karakter, sosialisasi, dan pembentukan disiplin diri. Saat siswa kembali ke ruang kelas, mereka belajar berinteraksi, berkolaborasi, dan menghormati pengajar secara langsung, sesuatu yang mustahil didapatkan secara maksimal melalui layar komputer.

Selain faktor akademik, kesehatan mental anak juga menjadi perhatian. Pembelajaran jarak jauh membuat anak terisolasi, jenuh, dan kurang bergerak. Hadir di sekolah, bertemu teman sebaya, dan beraktivitas di lingkungan sekolah sangat penting bagi keseimbangan psikologis dan fisik mereka.

Berita Terkait :  Komisi C DPRD Surabaya Dukung Penertiban Izin Parkir Minimarket

Keputusan pemerintah untuk membatalkan daring dan menegaskan tatap muka menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kualitas pendidikan. Kami berharap, kebijakan ini didukung dengan pengawasan prokes yang wajar dan peningkatan kualitas pengajaran di sekolah, tanpa harus kembali ke metode yang menghambat tumbuh kembang siswa.

Dengan tetap tatap muka, kita memastikan bahwa generasi muda Indonesia mendapatkan hak pendidikannya secara utuh, bukan sekadar kehadiran virtual yang rapuh. Terima kasih pemerintah telah mendengar aspirasi orang tua.

Nurma Ita Fauziah
Orang Tua Siswa, Domisili di Sidoarjo

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!